Pasar Waspadai Spiral Negatif Jepang, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Yen Capai 90%

avatar
· Views 146

Pasar Waspadai Spiral Negatif Jepang, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Yen Capai 90%
Jepang kini menghadapi risiko ekstrem yang dikenal sebagai tail risk, yaitu potensi terjadinya spiral negatif antara inflasi dan pelemahan nilai tukar yen. Risiko ini muncul ketika kebijakan pengetatan moneter tertinggal dari laju inflasi, sehingga pelemahan yen justru kembali mendorong kenaikan harga.

Kekhawatiran tersebut menguat seiring meningkatnya tekanan inflasi serta ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan suku bunga Bank of Japan (BOJ). Kepala Bisnis Global Markets MUFG, Hiroyuki Seki, menyebut bahwa pasar saat ini hampir sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga yen dalam waktu dekat, dengan probabilitas mencapai 90%.

Menurut Seki, perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga jangka pendek, tetapi juga pada bagaimana BOJ mengomunikasikan arah kebijakan moneternya ke depan. Ia menilai kegagalan bank sentral dalam memberikan sinyal yang jelas mengenai kelanjutan kenaikan suku bunga dapat berdampak negatif terhadap nilai tukar yen.

“Jika BOJ tidak mampu mengelola ekspektasi pasar terkait pengetatan lanjutan, sementara pemerintah justru meningkatkan belanja untuk meredam tekanan publik akibat inflasi, yen berisiko melemah lebih dalam,” ujar Seki, dikutip dari Reuters, Kamis (11/12).

Pelemahan yen tersebut, lanjutnya, dapat kembali meningkatkan biaya impor dan memicu siklus negatif, di mana inflasi dan depresiasi mata uang saling memperkuat satu sama lain. Karena itu, Jepang dinilai perlu segera keluar dari kondisi suku bunga riil yang terlalu rendah.

Seki menegaskan bahwa BOJ sebaiknya bergerak lebih cepat dan konsisten menuju normalisasi kebijakan moneter. Langkah ini penting untuk mencegah situasi di mana pengetatan yang terlalu lambat justru memperburuk tekanan inflasi dan melemahkan yen.

Ia memperkirakan BOJ akan memilih jalur normalisasi secara bertahap, dengan menaikkan suku bunga sekitar 25 basis poin setiap enam bulan, selama kondisi ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan proyeksi bank sentral. Dalam jangka menengah, tingkat suku bunga puncak atau terminal rate diperkirakan berada di kisaran 1,25% hingga 1,5% pada tahun 2027.

Sebagai catatan, BOJ sebelumnya memperkirakan suku bunga netral nominal Jepang berada di rentang 1% hingga 2,5%, yang menjadi acuan bagi arah kebijakan moneter jangka panjang.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
avatar
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest