
Di dunia trading, ada dua tipe trader legendaris.
Yang pertama: sering muncul di media, interview dimana mana, dan jadi headline.
Yang kedua: hampir gak pernah bicara, tiba tiba menang besar.
Joe Lewis termasuk tipe kedua.
Namanya hampir gak pernah muncul di komunitas retail. Gak jual sinyal. Gak pamer profit. Tapi di balik layar, dia adalah salah satu forex trader terkaya yang pernah hidup, dengan kekayaan miliaran dolar yang dibangun dari satu hal utama: memahami tekanan besar dalam sistem moneter global. Pada 1992, taruhannya menjatuhkan mata uang sebuah negara, dan ia keluar sebagai pemenang.
Jadi, siapa sih Joe Lewis? Bagaimana satu trader bisa membaca kelemahan sistem moneter lebih cepat dari pemerintah? Dan pelajaran apa yang bisa diambil trader hari ini dari gaya trading yang jarang entry tapi sekali masuk bisa mengubah hidup?
Baca sampai habis sebelum kamu membuka chart berikutnya!
Dari Bisnis Katering ke Arena Forex Dunia
Joe Lewis lahir di Inggris dan awalnya bukan trader. Ia menjual bisnis katering keluarganya, lalu masuk ke dunia keuangan dengan satu keunggulan: keberanian mengambil posisi besar saat peluangnya jelas.
Pada era 1980 - 1990-an, ketika forex belum dipenuhi algoritma dan high-frequency trading, Lewis sudah aktif membaca:
- Ketidakseimbangan ekonomi
- Tekanan politik
- Kebijakan nilai tukar yang tidak realistis
Baginya, mata uang bukan sekadar chart, tapi cerminan kekuatan negara.
Black Wednesday 1992: Taruhan yang Mengubah Sejarah
Nama Joe Lewis melejit pada Black Wednesday, September 1992. Saat itu, Inggris memaksa pound sterling bertahan di European Exchange Rate Mechanism (ERM), meski kondisi ekonominya tidak mendukung.
Lewis, bersama George Soros dan Stanley Druckenmiller, melihat satu hal yang sama:
Bank of England sedang mempertahankan sesuatu yang tidak bisa dipertahankan.
Mereka melakukan short besar-besaran pada pound sterling. Hasilnya:
- Pound keluar dari ERM
- Inggris mengalami kerugian miliaran pound
- Joe Lewis meraih lebih dari $1 miliar profit
- Reputasinya sebagai currency predator terkunci selamanya
Ini bukan sekadar trade besar, tapi bukti bahwa membaca tekanan struktural bisa mengalahkan bank sentral.
Filosofi Trading Joe Lewis: Sedikit Trade, Tapi Serius
- Sangat selektif
- Jarang trading
- Tapi berani all-in secara terukur saat peluangnya asimetris
Namun ini bukan gambling. Lewis menunggu ketidakseimbangan ekstrem, memahami risiko politik & moneter, dan mengatur ukuran posisi dengan sangat presisi. Dia gak mengejar win rate tinggi, tapi mengejar satu trade yang bisa cuan drastis.

Dari Trader ke Empire Builder: Tavistock Group
Seiring berjalannya waktu, fokus Lewis bergeser dari trading jangka pendek ke membangun kerajaan investasi lewat Tavistock Group. Hari ini, Tavistock memiliki 200+ aset, sukses beroperasi di 13 negara, dan berinvestasi di banyak market seperti real estate, energi, biotech, hingga olahraga (Tottenham Hotspur). Salah satu proyeknya bahkan adalah Lake Nona, smart city seluas 17 mil persegi di Florida.
Gaya Hidup & Prinsip: Diam, Sabar, Fokus
- Hampir tidak pernah wawancara
- Menjauh dari sorotan media
- Memilih tinggal di kota kecil Bahama
-
Privasi = fokus
-
Kesabaran = keunggulan
-
Proses > sensasi
Pelajaran Penting Joe Lewis untuk Trader
-
Tunggu momen besar, bukan entry kecil
-
Pahami tekanan makro, bukan hanya indikator
-
Keberanian tanpa analisis adalah bunuh diri
-
Risk kecil relatif ke modal, meski posisi besar
-
Trading sukses tidak harus sering, tapi tepat
Penutup: Market Tidak Peduli Siapa Kamu
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-