Peter Brandt: Trader yang Bertahan Lebih dari 40 Tahun dengan Cara “Membosankan”

avatar
· Views 1,436

Peter Brandt: Trader yang Bertahan Lebih dari 40 Tahun dengan Cara “Membosankan”
Bayangin deh: 70% trading kamu loss, jarang viral, tidak pamer profit... tapi tetap bertahan dan menang selama lebih dari 40 tahun!
Di saat sebagian besar trader sibuk mencari indikator “paling akurat” dan strategi baru tiap bulan, satu nama justru konsisten memakai metode yang dianggap kuno, bahkan membosankan.

Namanya Peter Brandt.
Trader ini mulai trading sejak tahun 1975, melewati krisis, bubble, crash, dan perubahan zaman. Dan anehnya, dia tetap sukses di market. Bukan karena jenius luar biasa, tapi karena satu hal yang sering diremehkan trader: proses yang disiplin dan brutal jujur terhadap risiko.

Apa sih yang membuat trader dengan win rate rendah bisa jauh lebih sukses dari trader yang “kelihatan jago”?
Dan kenapa cara lama yang dianggap ketinggalan zaman justru jadi senjata utamanya?
Jawabannya mungkin tidak nyaman, tapi justru itu yang perlu kamu tahu sebelum masuk market berikutnya.

Si Trader Legendaris yang Tidak Mencari Sensasi

Di dunia trading modern, semuanya harus serba cepat. Indikator baru bermunculan setiap bulan, strategi viral datang dan pergi, dan banyak trader merasa harus terus “update” agar tidak tertinggal.
Peter Brandt justru mengambil jalan sebaliknya.

Brandt mulai trading sejak 1975, jauh sebelum chart digital, algoritma, atau crypto dikenal. Lebih dari empat dekade kemudian, namanya masih relevan, bukan karena satu dua prediksi besar, tapi karena konsistensi yang nyaris tidak masuk akal. Dengan pendekatan chart klasik yang dianggap kuno oleh sebagian trader, Brandt mampu mencatat compound return sekitar 40% per tahun, dan hanya mengalami beberapa tahun rugi sepanjang kariernya. Bukan sulap, bukan rahasia. Justru sebaliknya: sangat sederhana.

Peter Brandt bukan tipe trader yang mengejar spotlight. Dia jarang menjual mimpi, tidak menjanjikan win rate tinggi, dan bahkan secara terbuka mengatakan bahwa mayoritas trading-nya adalah loss. Tapi, di sinilah perbedaannya. Bagi Brandt, trading bukan soal seberapa sering benar, melainkan seberapa kecil saat salah dan seberapa besar saat benar. Ia memahami bahwa satu atau dua trade besar bisa menutup puluhan loss kecil, asalkan prosesnya dijalankan dengan disiplin.

Peter Brandt: Trader yang Bertahan Lebih dari 40 Tahun dengan Cara “Membosankan”

Kekuatan Chart Klasik yang Dianggap “Ketinggalan Zaman”

Saat banyak trader modern bergantung pada indikator kompleks, Brandt tetap setia pada classical charting: head and shoulders, triangle, flag, rectangle: pola yang sudah digunakan lebih dari 100 tahun.
Alasannya sederhana: pola ini bekerja karena pasar digerakkan manusia, dan psikologi manusia tidak berubah.
Menurut Brandt, chart bukan alat untuk meramal masa depan. Chart hanyalah cara untuk:

  • Menentukan arah yang paling masuk akal

  • Mendefinisikan risiko

  • Mengukur potensi reward

Kalau setup-nya gak jelas, Brandt gak akan masuk. Dia jago buat atur emosi dan gak FOMO.

Trend Itu Penting, Tapi Jangan Dipersulit

Dalam salah satu penjelasannya yang cukup terkenal, Brandt mengungkap bahwa ia menggunakan moving average 8 dan 18 bar hanya sebagai proxy trend, bukan sinyal sakral.
Bukan untuk mencari entry presisi, tapi untuk menjawab satu pertanyaan sederhana: “Pasar ini sedang condong ke mana?”

Brandt menekankan bahwa konsistensi menggunakan satu alat jauh lebih penting daripada terus mengganti indikator. Trader sering gagal bukan karena alatnya salah, tapi karena tidak pernah benar-benar memahami satu metode secara mendalam.

💡Intinya: kamu gak perlu segala macam indikator rumit untuk tahu arah market. Yang penting adalah konsisten membaca tren dengan satu alat sederhana, dan memahaminya benar-benar. Jangan gonta-ganti indikator demi entry “sempurna”.

70% Trade Loss, Tapi Tetap Profit

Ini bagian yang sering membuat trader retail bingung. Dalam jangka panjang, sekitar 70% trade Peter Brandt berakhir rugi. Tapi yang bikin beda, loss-nya kecil dan terkontrol, sementara profit datang dari segelintir trade besar yang dibiarkan berjalan mengikuti trend.
Kuncinya ada di:

  • Risk management ketat

  • Position sizing disiplin

  • Stop loss yang tidak bisa ditawar

Brandt bahkan pernah mengatakan bahwa identifikasi entry hanya 10% dari trading, sisanya adalah manajemen posisi setelah masuk.

Proses Lebih Penting dari Hasil

Yang membuat Peter Brandt bisa bertahan puluhan tahun bukan kejeniusan semata, tapi obsesinya pada proses.
Brandt tahu:

  • Berapa kira-kira jumlah trade dalam setahun

  • Berapa yang kemungkinan profit

  • Berapa yang benar-benar akan menggerakkan P&L

Dengan pemahaman ini, ia tidak panik saat mengalami losing streak. Dia tahu itu bagian dari siklus, bukan tanda bahwa sistemnya rusak.

Pelajaran Penting untuk Trader Followme

Dari Peter Brandt, ada beberapa pelajaran yang relevan untuk trader:

  • Tidak perlu strategi rumit untuk konsisten

  • Loss adalah bagian normal dari sistem yang sehat

  • Disiplin dan kesabaran lebih langka daripada indikator

  • Satu metode yang dikuasai lebih baik daripada sepuluh metode setengah-setengah

  • Trading adalah permainan bertahan hidup, bukan lomba pamer hasil


Di era serba cepat seperti sekarang, pendekatan Brandt mungkin terasa “membosankan”. Tapi justru itulah yang membuatnya masih ada, sementara banyak trader lain hanya bersinar sesaat lalu hilang.
Kadang, cara paling efektif memang bukan yang paling viral, tapi yang paling konsisten dijalankan.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest