
Kebanyakan orang berpikir trading forex cuma bisa untung kalau harga naik.
Padahal.. di forex ada satu konsep penting yang sering bikin pemula “kaget” saat pertama kali dengar: Kamu bisa cuan justru saat harga TURUN.
Inilah yang disebut short selling forex.
Strategi ini sering dipakai trader profesional, tapi juga bisa dipahami dan digunakan oleh pemula, asal tahu cara kerjanya dan risikonya.
Di artikel ini, kita akan bahas short selling forex dari nol, tanpa ribet, tanpa istilah teknis berlebihan.
Short selling forex adalah posisi SELL terlebih dahulu, lalu BUY kembali di harga yang lebih rendah untuk mengambil profit.
Singkatnya:
-
Harga turun → kamu untung
-
Harga naik → kamu rugi
Contoh sederhana:
-
Kamu SELL EUR/USD di 1.1000
-
Harga turun ke 1.0950
-
Kamu BUY kembali
👉 Selisihnya = profit
Di forex, ini sangat normal karena:
-
Forex diperdagangkan berpasangan
-
Setiap transaksi selalu ada BUY dan SELL
Yang bedain forex dan saham, short selling di forex lebih mudah dan fleksibel karena:
-
Tidak perlu meminjam aset secara manual
-
Likuiditas tinggi (market aktif 24 jam)
-
Broker forex sudah menyediakan mekanisme SELL langsung
Makanya, trader forex tidak takut market turun.
Turun = peluang. Naik = peluang juga.
Short selling biasanya dilakukan saat ada tanda-tanda tekanan turun (bearish), misalnya:
1. Tren Turun (Downtrend)
- Harga membentuk lower high & lower low
- Moving average condong ke bawah
2. Fundamental Negatif
- Suku bunga turun
- Data ekonomi buruk
- Sentimen negatif terhadap mata uang tertentu
3. Resistance Kuat
- Harga gagal menembus area resistance
- Muncul rejection / candle penolakan
Di kondisi seperti ini, trader akan lebih percaya diri mencari posisi SELL.
Strategi basic yang sering dipakai pemula:
Trend + Moving Average
-
Gunakan MA 20 dan MA 50
-
Harga di bawah MA → fokus SELL
-
Entry saat harga pullback ke MA
-
Stop loss di atas resistance
-
Take profit di support terdekat
👉 Simpel, logis, dan mudah diuji.
Risiko Short Selling Forex (Wajib Paham Ya!)
Walaupun terlihat mudah dan menguntungkan, short selling tetap punya risiko
- Harga bisa naik tajam karena news
- False breakout bisa terjadi
- Tanpa stop loss → akun bisa cepat habis
⚠️ Kunci utamanya bukan arah, tapi manajemen risiko.
Sebagai trader, kamu wajib banget untuk:
-
Selalu pakai stop loss
-
Risiko kecil per trade
-
Tidak memaksakan posisi
Ingat: selalu jaga dan lindungi modal kamu, jangan sampai overtrade dan kehilangan semua modalmu!
Jawabannya: tidak ada yang lebih baik.
Yang penting:
-
Ikuti arah market
-
Jangan menikah dengan satu bias
-
Fleksibel melihat peluang BUY & SELL
Trader yang matang tidak bilang “saya hanya BUY” atau “hanya SELL”. Mereka bilang: “Saya ikut market.”
Kesimpulan
Short selling forex bukan strategi gelap atau berbahaya, justru ini adalah dasar penting dalam trading forex.
Dengan memahami:
- Cara kerja short selling
- Kapan waktu yang tepat
- Cara mengelola risiko
Maka kamu bisa:
- Tetap profit di market turun
- Lebih tenang saat volatilitas tinggi
- Tidak panik saat harga jatuh
👉 Ingat: Market turun bukan musuh. Market turun adalah peluang.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ