
Yen Jepang secara luas menunjukkan pelemahan terhadap Dolar AS dalam beberapa pekan terakhir karena meningkatnya sentimen “risk-on” di pasar global dan selisih suku bunga yang masih besar antara Amerika Serikat dan Jepang. Dalam kondisi pasar risk appetite yang semakin kuat, aset-aset berisiko seperti saham dan komoditas menarik perhatian investor, sementara mata uang safe-haven seperti Yen kehilangan demand. Hal ini membuat pasangan USDJPY terus menguat dan mendekati level psikologis 160.00. Studi terbaru menunjukkan bahwa USDJPY telah berada di kisaran atas rentang pergerakan dan berpotensi menembus 160.00 jika tekanan jual pada Yen tetap kuat dan ekspektasi suku bunga AS tetap mendukung dolar.
Bank of Japan (BoJ) yang masih menjaga kebijakan suku bunga rendah atau hanya melakukan pengetatan yang sangat perlahan tidak cukup untuk menahan depresiasi Yen, terutama ketika kebijakan Federal Reserve di AS relatif lebih ketat atau ada ekspektasi Fed mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Ketidakseimbangan kebijakan moneter ini semakin memperlemah Yen terhadap Dolar. Sentimen makro seperti prospek data ekonomi AS dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi juga memperkuat posisi Dolar sehingga USDJPY berpeluang melanjutkan tren bullishnya.
Namun demikian, risiko tetap ada, termasuk potensi intervensi aktif oleh otoritas Jepang ketika level 160 semakin dekat, serta kemungkinan yen mendapatkan support jika risk-off kembali dominan atau BoJ memperjelas sikap hawkish secara agresif. Ini menunjukkan bahwa pergerakan menuju 160 bisa sangat volatile dan memerlukan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan trading.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ