
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (12/2). Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.813 per dolar AS, turun sekitar 27 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS yang kembali bangkit setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan pasar. Data nonfarm payroll (NFP) yang solid mendorong sentimen positif terhadap dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru bergerak di zona hijau. Yen Jepang, baht Thailand, yuan China, dan peso Filipina tercatat menguat. Sementara itu, won Korea Selatan melemah tipis. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga sama-sama mencatat penguatan pada awal perdagangan.
Tren penguatan juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro, poundsterling Inggris, dan franc Swiss kompak menguat terhadap dolar AS. Hal serupa terjadi pada dolar Australia dan dolar Kanada yang turut bergerak naik.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh rebound dolar AS pasca rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali melirik dolar sebagai aset yang lebih menarik dalam jangka pendek.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi AS serta dinamika sentimen global yang masih fluktuatif.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ