IHSG Terkoreksi 0,38% ke 8.259, Tekanan Datang dari Saham Konglomerat & Sentimen Global

avatar
· Views 332

IHSG Terkoreksi 0,38% ke 8.259, Tekanan Datang dari Saham Konglomerat & Sentimen Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/2/2026). IHSG turun 32 poin atau 0,38% ke level 8.259,16.

Dari total saham yang diperdagangkan, 281 saham menguat, 369 melemah, dan 168 stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp14,48 triliun dengan volume 27,26 miliar saham dalam 1,92 juta transaksi. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp15.003 triliun.

Saham Konglomerat Jadi Beban

Tekanan utama IHSG datang dari saham-saham konglomerat yang sebelumnya menjadi motor penggerak indeks. Empat emiten yang paling membebani pergerakan hari ini adalah:

  • Barito Renewables Energi (BREN)
  • Bank Central Asia (BBCA)
  • Amman Mineral Internasional (AMMN)
  • Dian Swastatika Sentosa (DSSA)

Sementara itu, saham dengan nilai transaksi terbesar adalah Bumi Resources (BUMI) sebesar Rp3,2 triliun. Saham lain yang aktif diperdagangkan antara lain PTRO, BBCA, RAJA, dan BBRI.

Secara sektoral, seluruh sektor berada di zona merah. Infrastruktur memimpin pelemahan dengan koreksi 2,75%, disusul sektor kesehatan 0,88% dan properti 0,72%.

Sentimen MSCI & Isu Integritas Pasar

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memulihkan kepercayaan investor global. BEI menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu (11/2/2026), menyusul pembekuan penyesuaian indeks akibat isu transparansi pasar.

Dalam pertemuan tersebut, BEI memaparkan tiga rencana aksi utama, termasuk:

  • Publikasi daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi (shareholders concentration list)
  • Pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%
  • Penyediaan data investor yang lebih granular

Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan memastikan implementasi aturan free float minimum 15% berjalan efektif.

Outlook Moody’s Turun, Pemerintah Siapkan Klarifikasi

Dari sisi makro, sentimen pasar juga terpengaruh oleh keputusan Moody’s yang menurunkan outlook utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

Merespons hal ini, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri ekonomi menggelar forum “Indonesia Economic Outlook” pada Jumat (13/2/2026). Forum tersebut akan digunakan untuk memberikan penjelasan kepada Moody’s, Fitch, dan S&P mengenai fundamental ekonomi Indonesia.

Pemerintah akan memaparkan strategi peningkatan penerimaan negara serta rencana operasional Danantara, yang diproyeksikan menjadi instrumen penguatan ketahanan fiskal jangka panjang.

Kesimpulan

Pelemahan IHSG hari ini dipicu kombinasi faktor:

  1. Tekanan dari saham konglomerat berkapitalisasi besar
  2. Kekhawatiran atas transparansi pasar dan status MSCI
  3. Sentimen negatif dari penurunan outlook utang oleh Moody’s

Dalam jangka pendek, arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan komunikasi BEI dengan MSCI serta respons pasar terhadap klarifikasi fiskal pemerintah.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest