
Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (26/2) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp16.755 per dolar AS, naik 45 poin atau 0,27 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,35 persen, yuan China naik 0,25 persen, peso Filipina bertambah 0,05 persen, dan won Korea Selatan melonjak 0,50 persen. Sementara itu, baht Thailand melemah tipis 0,04 persen. Dolar Singapura tercatat menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah 0,03 persen pada awal perdagangan pagi ini.
Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga kompak positif. Euro Eropa menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris naik 0,09 persen, dan franc Swiss bertambah 0,17 persen. Dolar Australia terapresiasi 0,31 persen, sementara dolar Kanada menguat 0,10 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah dipengaruhi sentimen risk on di pasar ekuitas global. Ia juga menyoroti pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang kembali menegaskan rencana penerapan tarif perdagangan, sehingga memicu ketidakpastian dan menekan dolar AS.
“Hari ini rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on. Pernyataan Trump yang menegaskan kembali tekadnya memberlakukan tarif perdagangan ikut menekan dolar AS,” ujar Lukman.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS, dengan dinamika eksternal masih menjadi penentu utama arah pergerakan.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-