
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat pagi (6/3). Rupiah tercatat berada di level Rp16.911 per dolar AS, melemah sekitar 6 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, yang selama ini dianggap sebagai salah satu batas penting dalam pergerakan mata uang domestik.
Sentimen Global Masih Menekan Rupiah
Tekanan terhadap rupiah terutama datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, United States, dan Israel membuat pasar global kembali masuk ke mode risk-off, di mana investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.
Kondisi ini membuat United States Dollar menguat terhadap banyak mata uang, termasuk rupiah.
Selain faktor geopolitik, data ekonomi dari United States juga turut memperkuat posisi dolar. Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih solid dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter di negara tersebut masih akan relatif ketat, sehingga permintaan terhadap dolar tetap tinggi.
Harga Minyak Jadi Faktor Tambahan
Kenaikan harga energi global juga ikut memberi tekanan tambahan bagi rupiah. Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak kembali naik.
Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak, lonjakan harga energi biasanya berdampak negatif terhadap nilai tukar karena meningkatkan kebutuhan dolar untuk pembayaran impor.
Pergerakan Mata Uang Global
Pada perdagangan pagi, mayoritas mata uang Asia sebenarnya bergerak cukup stabil bahkan cenderung menguat. Yen Jepang, baht Thailand, yuan China, dan won Korea Selatan tercatat mengalami penguatan tipis.
Sementara itu, mata uang utama negara maju seperti euro, poundsterling, dan franc Swiss juga bergerak di zona hijau. Namun penguatan tersebut belum cukup untuk meredam dominasi dolar AS secara keseluruhan.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Jika sentimen geopolitik dan penguatan dolar masih berlanjut, rupiah bisa kembali mendekati atau bahkan menembus level Rp17.000 per dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan berada dalam rentang Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS.
Apa Artinya bagi Trader?
Bagi trader forex, kondisi ini menandakan bahwa pasangan USD/IDR berpotensi tetap bergerak naik selama sentimen global masih mendukung penguatan dolar.
Namun, pasar juga akan memperhatikan kemungkinan intervensi dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah. Jika intervensi dilakukan secara agresif, volatilitas di pasangan USD/IDR bisa meningkat dalam waktu singkat.
Dengan situasi geopolitik yang masih berkembang dan data ekonomi global yang terus masuk, pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan kemungkinan tetap sensitif terhadap sentimen global.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-