
Aktivitas belanja masyarakat mulai meningkat menjelang Ramadan. Hal ini terlihat dari hasil survei terbaru Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan penjualan eceran diperkirakan mengalami pertumbuhan pada Februari 2026.
Berdasarkan data Indeks Penjualan Riil (IPR), penjualan ritel diproyeksikan tumbuh sekitar 6,9 persen secara tahunan (year-on-year). Kenaikan ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat mulai bergerak naik seiring datangnya periode Ramadan dan persiapan Idulfitri.
Beberapa Sektor Penjualan Mulai Meningkat
Peningkatan penjualan terutama terlihat pada beberapa kategori barang, seperti:
- suku cadang dan aksesori kendaraan
- perlengkapan rumah tangga
- produk sandang atau pakaian
Kategori-kategori ini memang biasanya mengalami kenaikan permintaan ketika masyarakat mulai bersiap menghadapi Ramadan dan Lebaran.
Secara Bulanan Juga Tumbuh
Jika dilihat dari sisi bulanan, penjualan ritel pada Februari juga diperkirakan meningkat sekitar 4,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, kenaikan ini tidak lepas dari meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Permintaan biasanya mulai naik ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan untuk Ramadan dan Idulfitri.
Januari Sempat Turun Setelah Libur Akhir Tahun
Sebelumnya, pada Januari 2026, penjualan ritel sebenarnya sempat mengalami penurunan secara bulanan sekitar 2,7 persen. Penurunan ini dianggap wajar karena terjadi setelah periode belanja besar saat Natal dan Tahun Baru, ketika konsumsi masyarakat biasanya sudah mencapai puncaknya.
Namun secara tahunan, penjualan Januari tetap mencatat pertumbuhan 5,7 persen, terutama ditopang oleh penjualan:
- makanan, minuman, dan tembakau
- barang budaya dan rekreasi
- produk sandang
Bagaimana dengan Inflasi?
Dari sisi harga, Bank Indonesia juga mencatat perubahan ekspektasi inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Untuk tiga bulan mendatang (April 2026), tekanan inflasi diperkirakan akan menurun. Hal ini seiring dengan normalisasi harga setelah periode Idulfitri.
Namun dalam jangka waktu lebih panjang, yaitu sekitar enam bulan ke depan (Juli 2026), inflasi diperkirakan kembali meningkat. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah musim tahun ajaran baru, ketika kebutuhan rumah tangga biasanya ikut meningkat.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-