
Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (11/3) pagi. Mata uang Indonesia dibuka di level Rp16.851 per dolar AS, naik sekitar 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan ini terjadi setelah harga minyak dunia turun cukup tajam sehari sebelumnya, yang membantu meredakan sebagian tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terlihat bervariasi pada awal perdagangan.
Beberapa mata uang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS, di antaranya:
- yen Jepang turun sekitar 0,17 persen
- baht Thailand melemah 0,13 persen
- yuan China turun tipis 0,01 persen
- peso Filipina melemah 0,03 persen
- won Korea Selatan turun 0,19 persen
Sementara itu, dolar Singapura mencatat penguatan tipis sekitar 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong sedikit melemah sekitar 0,01 persen.
Mata Uang Negara Maju Kompak Menguat
Berbeda dengan kawasan Asia, mayoritas mata uang negara maju justru bergerak di zona hijau.
Beberapa di antaranya adalah:
- euro yang naik sekitar 0,11 persen
- poundsterling Inggris menguat 0,18 persen
- franc Swiss naik 0,08 persen
Selain itu, dolar Australia juga menguat cukup signifikan sekitar 0,31 persen, sementara dolar Kanada naik sekitar 0,10 persen.
Harga Minyak Turun, Tekanan Rupiah Sedikit Mereda
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang membantu stabilitas rupiah dalam jangka pendek. Menurutnya, rupiah berpotensi menguat secara terbatas karena pasar masih menunggu perkembangan situasi geopolitik global.
Meski begitu, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor risiko. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai masih cukup intens, sehingga tetap menjadi tekanan bagi pergerakan rupiah.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran: Rp16.800 – Rp16.950 per dolar AS
Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia dan situasi geopolitik global yang masih menjadi perhatian utama pasar.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-