
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (16/3) siang. Mata uang Indonesia sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS, berada di kisaran Rp17.002 hingga Rp17.004 per dolar AS sekitar pukul 13.00 WIB. Dibandingkan posisi sebelumnya, rupiah tercatat melemah sekitar 0,26–0,27 persen.
Pelemahan ini terjadi seiring menguatnya dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.
Mata Uang Asia Juga Tertekan
Tekanan tidak hanya terjadi pada rupiah. Beberapa mata uang di kawasan Asia juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS.
Misalnya:
- Ringgit Malaysia berada di kisaran 3,9332 per dolar AS
- Won Korea Selatan berada di sekitar 1.496,36 per dolar AS
- Yen Jepang berada di kisaran 159,36 per dolar AS
- Rupee India di sekitar 92,47 per dolar AS
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi sentimen global.
Sentimen “Risk Off” Kembali Mendominasi
Menurut analis mata uang Lukman Leong, pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sikap hati-hati investor di pasar global. Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.
Fenomena ini dikenal sebagai sentimen “risk off”, yang sering kali memberi tekanan pada mata uang negara berkembang.
Lonjakan Harga Minyak Jadi Faktor Tambahan
Selain faktor sentimen global, kenaikan harga minyak dunia juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Bagi negara yang bergantung pada impor energi seperti Indonesia, lonjakan harga minyak dapat meningkatkan tekanan eksternal sekaligus memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
Pasar Cermati Kebijakan Fiskal Pemerintah
Di dalam negeri, pelaku pasar juga memantau wacana pemerintah terkait kemungkinan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Kebijakan tersebut dipertimbangkan untuk membuka ruang agar defisit APBN bisa melewati batas 3 persen. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, dampaknya bisa memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi fiskal Indonesia. Karena itu, perkembangan kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor yang ikut diperhatikan oleh pasar dalam menentukan arah investasi.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-