EURUSD Naik di Atas 1,1550 Menyusul Pernyataan Trump Baru-Baru ini

avatar
· Views 189
EURUSD Naik di Atas 1,1550 Menyusul Pernyataan Trump Baru-Baru ini

EUR/USD melanjutkan kenaikannya selama dua hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1560 selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini menguat seiring melemahnya Dolar AS (USD), yang terbebani oleh berkurangnya permintaan safe-haven di tengah moderasi ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat (AS) akan "segera meninggalkan" perang Iran, mencatat bahwa penarikan dapat terjadi dalam dua hingga tiga minggu. Pernyataan ini memperkuat komentar sebelumnya yang menunjukkan bahwa tujuan strategis AS sebagian besar telah tercapai, meningkatkan ekspektasi akan resolusi konflik yang relatif cepat. Trump lebih menekankan bahwa kesepakatan formal dengan Tehran bukanlah syarat yang diperlukan untuk mengakhiri permusuhan. Ketika ditanya tentang perlunya kesepakatan, ia berkomentar bahwa Iran "tidak harus membuat kesepakatan," menegaskan preferensi untuk menyelesaikan situasi berdasarkan hasil militer daripada negosiasi diplomatik.

 

Dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaan untuk meredakan ketegangan regional jika jaminan-jaminan tertentu terpenuhi. Namun, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengambil sikap lebih tegas, menegaskan bahwa Tehran tidak mencari gencatan senjata temporer melainkan penghentian perang secara total. Ia menekankan perlunya jaminan yang mengikat terhadap agresi di masa depan serta kompensasi atas kerusakan, menyoroti ketidakpastian yang masih ada terkait resolusi konflik tersebut. Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) Zona Euro bulan Maret naik 2,5% tahun-ke-tahun (YoY), di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,7%. Sementara itu, HICP inti, yang tidak termasuk komponen-komponen volatil seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau, naik 2,3% YoY, sedikit di bawah prakiraan dan sebelumnya sebesar 2,4%.

 

Meski angka inflasi umum dan inti keduanya di bawah ekspektasi, data tersebut masih mencerminkan tekanan harga persisten dalam ekonomi Zona Euro. Secara khusus, data ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak inflasi yang signifikan pada blok tersebut, terutama melalui kenaikan biaya energi. Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde, dan Kepala Ekonom Philip Lane mengindikasikan bahwa perkembangan terbaru dapat membenarkan sikap kebijakan moneter yang lebih hawkish. Namun, mereka juga mencatat bahwa skala dan waktu respons kebijakan akan bergantung pada tingkat keparahan dan ketahanan guncangan energi yang berasal dari situasi geopolitik.

Sumber : fxstreet.com

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 5
avatar
Wah mantapp
avatar
Hebat jg eur
avatar
Tumben tumben an USD lemah...
avatar
Pantau ah
avatar
mayan juga naiknya

-KẾT THÚC-

  • tradingContest