Pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (14/4/2026), pasangan USDJPY terlihat melanjutkan tekanan turun setelah mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pada dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran yang berpotensi menekan harga minyak dan menurunkan permintaan safe-haven dolar.
Di sisi lain, yen Jepang mendapat dukungan tambahan dari meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang ketika pasangan USDJPY mendekati area psikologis 160 per dolar. Pernyataan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda yang menyoroti risiko ekonomi akibat konflik geopolitik juga turut memperkuat sentimen defensif terhadap yen.
Secara teknikal, berdasarkan chart timeframe H1, pergerakan USDJPY saat ini masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak turun di bawah area pivot 159.533 dan mendekati support S1 di 159.203. Indikator momentum histogram juga masih menunjukkan tekanan negatif, sementara RSI bergerak di bawah area netral yang mengindikasikan bias penurunan masih dominan dalam jangka pendek.
Saat ini harga berada di sekitar 159.10 dan berpotensi menguji support berikutnya di S2 158.962. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju S3 di 158.632.
Sebaliknya, apabila harga mampu kembali bergerak naik dan bertahan di atas area pivot 159.533, maka terdapat peluang terjadinya rebound menuju resistance terdekat di R1 159.774 sebagai target kenaikan jangka pendek.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ