
Fundamental
Konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan masih terus memicu kekhawatiran terkait harga energi, setelah pihak AS dan Iran sama-sama menyita kapal yang melalui perairan di Teluk Oman seiring masih ditutupnya Selat Hormuz, sehingga hal ini menjadi penyebab utama bagi kenaikan harga minyak mentah di sesi perdagangan hari ini.
Harga acuan minyak mentah jenis Brent naik lebih dari 1.25% ke $105.38 per barel, sementara untuk kontrak berjangka minyak mentah jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 1.14% menjadi $96.96 per barel.
Meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran masih bertahan, namun konflik yang terjadi diantara keduanya telah berkembang menjadi blokade dari Angkatan Laut AS yang menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi 20% pasokan minyak dunia, dimana kedua belah pihak berupaya untuk mendapatkan pengaruh ekonomi dari negara-negara di dunia guna mengamankan kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi kepentingan mereka.
Fatih Birol, kepala Badan Energi Internasional, mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa saat ini dunia telah menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah, dimana Birol sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa perang Iran serta penutupan Selat Hormuz yang tengah berlangsung akan mengakibatkan krisis energi terbesar dan mendesak pemerintah untuk memperkuat ketahanan dengan sumber energi alternatif.
Teknikal

Dalam timeframe H4 dapat terlihat struktur pergerakan minyak mentah untuk saat ini terpantau terjadi fase rebound/recovery, yang mana harga sudah mulai break minor resistance dan membentuk level higher low dan higher high dalam skala kecil, yang mengindikasikan trend harga mulai bergeser dari bearish ke bullish jangka pendek.
Harga minyak telah bergerak di atas garis EMA 12 (merah) dan tengah menguji kombinasi SMA 32 (biru) untuk mengkonfirmasi dukungan bullish secara teknikal, sementara band dari Bollinger 20 telah melebar yang menunjukkan kenaikan volatilitas dan berpotensi melanjutkan kenaikan moderat dalam jangka pendeknya.
Signal dalam indikator Stochastic mulai bergerak naik menuju area Overbought yang berarti momentum bullish masih cukup kuat, namun rawan terjadinya koreksi, hingga dapat disimpulkan saat ini harga minyak telah mulai fase recovery setelah mengalami downtrend dan meskipun momentum masih bullish akan tetapi sudah mulai jenuh dan kemungkinan besar akan mengalami koreksi terlebih dahulu.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ