Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga, Yen Masih Menanti Katalis Penguatan 🇯🇵

avatar
· Views 30


Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga, Yen Masih Menanti Katalis Penguatan 🇯🇵


Sesuai dengan perkiraan awal, Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 0.75%, sembari merevisi perkiraan inflasi Jepang menjadi 2.8% dari 1.9% seiring perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko dari sisi penawaran. Bank of Japan juga memangkas perkiraan pertumbuhan di tahun fiscal 2026 menjadi 0.5% dari sebelumnya di 1%.


Dalam pemungutan suara untuk menentukan kebijakan suku bunganya, para anggota dewan kebijakan BoJ terpecah menjadi 6-3 untuk tetap mempertahankan suku bunga, yang mana anggota yang berbeda pendapat mengusulkan untuk tetap berpegang pada agenda kenaikan suku bunga menjadi 1%, dengan alasan bahwa ketegangan yang terjadi akibat konflik Timur Tengah telah menggeser risiko harga menjadi lebih tinggi.


Selain itu bank sentral Jepang tersebut juga mengeluarkan peringatan bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang kemungkinan akan mengalami perlambatan yang dikarenakan kenaikan harga minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz, yang dinilai akan menekan keuntungan perusahaan serta pendapatan riil dari sektor rumah tangga melalui sejumlah faktor seperti neraca perdagangan yang buruk.


Pada kuartal terakhir di tahun 2025 lalu, Jepang nyaris menghindari resesi teknis, dengan mencatat laju pertumbuhan ekonomi yang direvisi menjadi 0.3% di tingkat kuartalan dan 1.3% di tingkat tahunan. Sementara itu inflasi di Jepang juga mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir menjadi 1.8% di bulan Maret, yang sebagian besar dipicu oleh perang Iran yang menimbulkan kekhawatiran seputar harga energi.


Inflasi Utama Jepang Masih Di Bawah Target BoJ


Pencapaian inflasi inti, yang tidak mencakup harga makanan segar dan energi, dilaporkan turun menjadi 2.4% dari 2.5% di bulan Februari, yang menjadi level terendahnya sejak Oktober 2024 lalu. Untuk inflasi Utama tercatat sebesar 1.5%, dari sebelumnya di 1.3% di bulan Februari, namun angka ini masih berada di bawah target bank sentral di 2% dalam dua bulan beruntun.


Bank of Japan juga menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan memberikan dorongan bagi kenaikan harga, terutama harga energi dan barang, di tengah upaya untuk melanjutkan kenaikan upah yang masih berlanjut. Keputusan ini muncul di tengah kenaikan imbal hasil dari Obligasi Pemerintah Jepang tenor 10 tahun yang mencapai 2.49% pada 13 April lalu, yang mencatat angka tertingginya sejak 1997 silam.


Sebelumnya hasil survey yang dilakukan oleh Bank of Japan pada pekan lalu, menunjukkan bahwa lebih dari 83% responden memperkirakan harga akan lebih tinggi dalam jangka waktu satu tahun kedepannya, dimana pemerintah Jepang telah menghapus pajak bensin serta memperkenalkan subsidi untuk mencoba mengurangi dampak dari kenaikan harga minyak saat ini.


#BankofJapan# #USD/JPY# #FX#

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest