
Nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp17.237 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (28/4). Mata uang Garuda turun 26 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah kondisi pasar global yang cenderung tidak stabil. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga bergerak variatif terhadap dolar AS. Yuan China, peso Filipina, dolar Singapura, dan yen Jepang tercatat melemah, sementara ringgit Malaysia dan won Korea Selatan justru menunjukkan penguatan tipis. Di sisi lain, mata uang negara maju juga cenderung tertekan. Euro, poundsterling Inggris, hingga dolar Australia sama-sama mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh perubahan sentimen pasar yang kembali mengarah ke mode “risk off”, di mana investor lebih memilih aset aman. Hal ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian terkait proses perdamaian di Timur Tengah, terutama setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat belum menerima proposal damai terbaru dari Iran.
Selain itu, penguatan indeks dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia turut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam rentang Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS, dengan potensi tekanan yang masih cukup kuat jika sentimen global belum membaik.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-