
IDXChannel - Bursa Asia dibuka merah padam pada perdagangan Selasa (16/4/2024), seiring kekhawatiran pasar tentang konflik Iran-Israel yang semakin meluas dan ketidakpastian waktu penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Indeks saham di Australia, Jepang, Korea Selatan, China dan Hong Kong semuanya anjlok.
Pada pukul 09.26 WIB, indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 1,4 persen di level 16.367.
Indeks KOSPI bursa Korea Selatan juga turun tajam 2,31 persen di level 2.608 pada waktu bersamaan. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,65 persen menjadi 7.624 pada awal transaksi hari ini.

Lebih lanjut, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,85 persen di level 38.507, semakin menjauh dari level tertinggi baru (new all-time high/ATH). (Lihat grafik di bawah ini.)

Dari Tanah Air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok mencapai 2,5 persen persen di 7.071 pada 09.00 WIB pasca libur hari raya Idul Fitri 2024.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah dan menempati posisi terendah empat minggu.
Indeks S&P/ASX 200 juga turun mencapai level terendah dalam empat minggu dan mengikuti aksi jual tajam di Wall Street semalam karena data ekonomi AS yang kuat semakin melemahkan sentimen penurunan suku bunga.
Investor juga dengan hati-hati menunggu tanggapan Israel terhadap serangan udara Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada akhir pekan.
Di tempat lain, para investor akan menilai sejumlah data ekonomi China untuk mengukur kesehatan mitra dagang terbesar dunia tersebut.
Tingkat pemanfaatan kapasitas industri di China dilaporkan turun menjadi 73,6 persen pada kuartal pertama 2024 dari 74,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingkat pemanfaatan kapasitas industri ini merupakan yang terendah sejak kuartal pertama 2020, karena penurunan terjadi di semua sektor.
Pada triwulan Desember 2023, tingkat utilisasi kapasitas industri berada pada angka 75,9 persen. Pada 2023, tingkat pemanfaatan kapasitas industri menurun menjadi 75,1 persen dari 75,6 persen pada 2022.
Penjualan ritel China juga naik 3,1 persen yoy pada Maret 2024, meleset dari perkiraan pasar sebesar 4,5 persen dan melambat dari kenaikan 5,5 persen pada periode sebelumnya.
Peningkatan tersebut merupakan yang paling lemah dalam perdagangan ritel sejak Juli 2023.
Sementara bursa saham AS atau Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (15/4) waktu setempat, seiring kenaikan awal dari laporan penjualan ritel yang kuat akibat lonjakan imbal hasil Treasury dan kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 248,13 poin, atau 0,65 persen, menjadi 37.735,11, S&P 500 (.SPX) kehilangan 61,59 poin, atau 1,20 persen, menjadi 5.061,82 dan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 290,07 poin, atau 1,79 persen, menjadi 15.885,02. (ADF)
Được in lại từ Idxchannel, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Nội dung trên chỉ thể hiện quan điểm của tác giả hoặc khách mời. Nó không đại diện cho bất kỳ quan điểm hoặc vị trí nào của FOLLOWME và không có nghĩa là FOLLOWME đồng ý với tuyên bố hoặc mô tả của nó, cũng không cấu thành bất kỳ lời khuyên đầu tư nào. Đối với tất cả các hành động do khách truy cập thực hiện dựa trên thông tin do cộng đồng FOLLOWME cung cấp, cộng đồng không chịu bất kỳ hình thức trách nhiệm pháp lý nào trừ khi được cam kết bằng văn bản.
Trang web cộng đồng giao dịch FOLLOWME: www.followme.asia
Tải thất bại ()