Harga CPO Bangkit, Seiring Kenaikan Minyak Kedelai

avatar
· Views 31

JAKARTA, investor.id -Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bangkit pada Kamis (30/10/2025). Penguatan itu seiring dengan kenaikan harga minyak kedelai di bursa Dalian, sementara pelemahan ringgit turut memberikan dukungan tambahan..
Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis (30/10/2025), kontrak berjangka CPO untuk November 2025 menguat 5 Ringgit Malaysia menjadi 4.217 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Desember 2025 terkerek 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.240 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2026 naik 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.260 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2026 menguat 5 Ringgit Malaysia menjadi 4.275 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2026 meningkat 5 Ringgit Malaysia menjadi 4.280 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 menanjak 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.272 Ringgit Malaysia per ton.
"Pergerakan harga mengikuti Dalian sambil menunggu sentimen baru," ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur dikutip dari Trading View.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,91%, sementara kontrak CPO di bursa yang sama turun tipis 0,07%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade ( CBOT ) justru melemah 1,46%.
Harga CPO biasanya mengikuti tren harga minyak nabati pesaing karena bersaing untuk pangsa pasar global.
Produksi CPO RI
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan, stok minyak sawit nasional pada Agustus 2025 turun tipis menjadi 2,54 juta ton, atau 1% lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Penurunan produksi mampu menahan dampak turunnya ekspor.
Sementara itu, nilai tukar ringgit, mata uang perdagangan utama CPO, melemah 0,24% terhadap dolar AS, menjadikan harga sawit lebih menarik bagi pembeli asing.
Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO berpeluang menguat lebih lanjut menuju kisaran 4.289-4.308 Ringgit Malaysia per ton, didukung pola penurunan kanal dan indikator RSI yang mulai menguat.

Sumber : investor.id

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest