Pasar "Wait and See" Data Amerika, Kedelai Berjangka Bergerak Positif

avatar
· Views 28
  • Harga kedelai CBOT menguat dan menuju kenaikan mingguan, didorong ekspektasi laporan USDA yang diperkirakan menurunkan proyeksi hasil panen AS serta menaikkan estimasi ekspor.
  • Tarif 13% China terhadap kedelai AS menekan daya saing, sementara pasar menunggu rilis data ekspor tertunda yang dapat memberi petunjuk pembelian China.
  • Komoditas lain bervariasi: jagung turun, gandum naik; Brasil dan Argentina menaikkan proyeksi produksi jagung dan gandum, serta Brasil memproyeksikan panen kedelai rekor.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago menguat, Jumat, dan berada di jalur kenaikan mingguan, seiring pelaku pasar bersiap menghadapi rilis laporan penting Amerika Serikat serta menantikan dimulainya kembali publikasi data ekspor yang dapat memberikan petunjuk mengenai pembelian dari China.
Kontrak kedelai teraktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) naik 0,26% atau USD3,00 menjadi USD1.150,00 per bushel pada pukul 13.40 WIB, bergerak dekat level tertinggi sejak Juni 2024, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Beijing, Jumat (14/11).
Departemen Pertanian AS ( USDA ) dijadwalkan merilis proyeksi suplai dan permintaan global pertamanya sejak September hari ini.
Analis Capital Jingdu Futures, Wan Chengzhi, mengatakan harga kedelai terdorong oleh ekspektasi bahwa laporan USDA akan menurunkan perkiraan hasil panen kedelai Amerika untuk musim 2025-2026 dan sekaligus menaikkan proyeksi ekspor.
Namun, dia menekankan bahwa tarif 13% yang diberlakukan China terhadap kedelai AS membuat produknya kalah kompetitif dibandingkan pasokan Amerika Selatan, sehingga menekan permintaan komersial.
USDA juga akan menerbitkan rangkuman enam minggu penjualan harian produk pertanian AS, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pembelian kedelai Amerika oleh China belakangan ini.
Sebelumnya  Reuters  melaporkan China mulai melakukan pembelian dalam jumlah terbatas, meski Beijing belum mengonfirmasi pengumuman Gedung Putih terkait rencana impor 12 juta ton kedelai hingga akhir tahun.
Untuk komoditas lain, harga jagung CBOT turun tipis 0,11% atau 50 sen menjadi USD455,00 per bushel, sementara gandum melonjak 1,00% atau USD5,50 ke posisi USD557,75 per bushel. Keduanya berada di jalur kenaikan mingguan.
Dari Amerika Selatan, lembaga pasokan pemerintah Brasil, Conab, meningkatkan proyeksi produksi jagung nasional 2025-2026 menjadi 138,84 juta ton dari 138,28 juta ton pada Oktober, serta memperkirakan panen kedelai mencapai rekor 177,6 juta ton.
Di Argentina, Bursa Gandum Buenos Aires menaikkan perkiraan produksi gandum negara itu menjadi 24 juta ton dari 22 juta ton, sementara Bursa Rosario memprediksi rekor produksi 24,5 juta ton. (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest