Logam Kuning Bersinar Menjelang Rangkaian Rilis Data Ekonomi Amerika

avatar
· Views 22
  • Harga emas naik ke USD4.091,89, sementara pasar menunggu rilis data ekonomi AS--termasuk nonfarm payrolls--yang akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga the Fed.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga melemah, dengan peluang bulan depan turun ke 46%, di tengah kekhawatiran inflasi dan sinyal stabilitas pasar tenaga kerja.
  • Permintaan fisik emas di Asia lesu, dipicu harga tinggi, sementara kepemilikan SPDR Gold Trust turun dan Indeks DXY tetap kuat, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.

Ipotnews - Harga emas bergerak lebih tinggi, Senin, seiring investor menanti sejumlah rilis data ekonomi Amerika yang diperkirakan memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.091,89 per ons pada pukul 08.14 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember tercatat stabil di USD4.094 per ons, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (17/11).
Fokus pasar pekan ini tertuju pada serangkaian data penting, termasuk laporan nonfarm payrolls September yang akan dirilis Kamis, yang diprediksi memberikan gambaran lebih jelas tentang kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.
Departemen Perdagangan AS melalui Bureau of Economic Analysis menyatakan tengah memperbarui jadwal rilis data yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang baru berakhir.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang 46 persen untuk pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin bulan depan, turun dari 50 persen pada pekan sebelumnya.
Kekhawatiran terhadap inflasi serta sinyal stabilitas pasar tenaga kerja setelah dua kali penurunan suku bunga tahun ini membuat semakin banyak pejabat the Fed berhati-hati dalam memberikan isyarat pelonggaran tambahan.
Logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah dan periode ketidakpastian ekonomi.
Namun, Indeks Dolar (Indeks DXY) yang tetap kuat membuat emas menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.
Permintaan emas fisik di pasar Asia juga terlihat lesu, pekan lalu, karena harga yang masih tinggi menekan minat beli, dengan diskon di India mencapai level tertinggi dalam lima bulan.
Di sisi lain, SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikannya turun 0,47 persen menjadi 1.044,00 ton pada Jumat, dari 1.048,93 ton sehari sebelumnya.
Logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,8 persen menjadi USD50,94 per ons, platinum menguat 0,1 persen ke USD1.542,37, dan paladium melonjak 1,2 persen jadi USD1.401,50. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest