- Harga kedelai Chicago turun setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni tahun lalu, didukung lonjakan pembelian China terhadap kedelai AS.
- Gandum dan jagung juga melemah setelah kenaikan awal, sementara rekor soybean crush AS pada Oktober menambah dinamika pasar.
- Meski terjadi reli, pasokan global yang melimpah dan pemangkasan estimasi panen AS yang lebih kecil dari perkiraan masih menekan harga kedelai, jagung, dan gandum.
Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melemah, Selasa, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Juni tahun lalu, didorong pembelian besar-besaran produk Amerika Serikat oleh China.
Gandum juga melesat ke posisi puncak beberapa bulan sebelum diperdagangkan lebih rendah, sementara jagung turun tipis.
Kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,2% menjadi USD1.155,25 per bushel pada pukul 13.13 WIB, setelah sempat mencapai USD1.160,50 pada awal sesi.
Harga kedelai melambung sekitar 14% dalam sebulan terakhir, demikian laporan Reuters, di Canberra, Selasa (18/11).
Trader mengatakan kepada Reuters bahwa BUMN China, COFCO, membeli sedikitnya 14 kargo kedelai Amerika--sekitar 840.000 ton--untuk pengiriman Desember dan Januari.
Pembelian tersebut menjadi yang terbesar sejak pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan bulan lalu, serta menandai pergeseran setelah China lama menghindari kedelai Amerika akibat perang dagang.
Gedung Putih menyatakan China sepakat membeli 12 juta ton kedelai AS tahun ini.
Analis Commonwealth Bank, Dennis Voznesenski, di Sydney, mengatakan volume pembelian sebesar itu menjadi pendorong utama reli harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir.
"Jika China benar membeli sebanyak yang dibicarakan, jumlahnya sangat besar, dan tidak banyak waktu tersisa untuk merealisasikan pembelian itu tahun ini," ujarnya.
Di sisi lain, laporan bulanan National Oilseed Processors Association ( NOPA ) menunjukkan proses penghancuran (crush) kedelai AS pada Oktober melampaui seluruh perkiraan pasar dan mencetak rekor tertinggi.
Harga gandum CBOT turun 0,5% menjadi USD555,50 per bushel setelah sebelumnya menyentuh USD561,25, level tertinggi sejak Juli.
Sementara itu, jagung melemah 0,2% ke posisi USD433,75 per bushel namun masih berada dekat puncak pekan lalu di USD442,75, yang merupakan level tertinggi sejak Juni.
Meski ada reli belakangan ini, pasokan global yang melimpah tetap menekan harga kedelai, jagung, dan gandum. Harga kedelai dan jagung turun pada Jumat setelah Departemen Pertanian AS memangkas estimasi panen nasional dalam jumlah yang lebih kecil dari perkiraan banyak analis. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ