Ikuti Penguatan Harga Minyak Kedelai, CPO Berjangka Bergerak Positif

avatar
· Views 22
  • Harga CPO berjangka stabil, didukung kenaikan soyoil, namun apresiasi ringgit dan kekhawatiran permintaan November membatasi penguatan.
  • Permintaan global melemah, termasuk impor minyak nabati di UE, sementara harga minyak mentah turun sehingga mengurangi daya tarik CPO untuk biodiesel.
  • Secara teknikal, harga CPO berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 4.282-4.303 ringgit per ton.

Ipotnews - Minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia bergerak mendatar, Rabu, didukung penguatan harga minyak kedelai, meski kenaikan lebih lanjut terhambat oleh apresiasi ringgit serta keraguan terhadap permintaan bulan ini.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 10 ringgit atau 0,24% menjadi 4.219 ringgit (USD1.017,61) per ton metrik pada jeda perdagangan tengah hari. Kontrak tersebut sebelumnya mencatat reli selama empat sesi berturut-turut, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Rabu (19/11).
Direktur Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor, Paramalingam Supramaniam, mengatakan penguatan harga CPO sejalan dengan kenaikan minyak kedelai (soyoil). Namun, dia menekankan bahwa kekhawatiran terhadap permintaan November serta penguatan ringgit menahan potensi kenaikan harga.
Menurutnya, hingga terdapat kejelasan mengenai prospek permintaan bulan ini--yang berdasarkan data awal terlihat kurang menggembirakan--ruang penguatan harga cenderung terbatas.
Di bursa Dalian, kontrak soyoil teraktif naik 0,75%, sementara kontrak minyak sawit melambung 1,7%. Harga soyoil di Chicago Board of Trade turun tipis 0,04%.
Pergerakan harga CPO kerap mengikuti tren minyak pesaing karena produk tersebut berkompetisi dalam pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Sementara itu, harga minyak mentah melemah setelah laporan industri menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah dan bahan bakar di Amerika Serikat, pekan lalu. Kenaikan stok tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan global melebihi permintaan.
Pelemahan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit, mata uang perdagangan CPO, menguat 0,34% terhadap dolar AS sehingga membuat komoditas tersebut menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Data Komisi Eropa memperlihatkan impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025/2026 yang dimulai pada Juli mencapai 4,40 juta ton metrik per 16 November, merosot 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor CPO juga melorot 18% menjadi 1,08 juta ton.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan CPO berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 4.282 hingga 4.303 ringgit per ton metrik berdasarkan pola double-bottom dan analisis proyeksi teknikal. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest