Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menegaskan bagaimana Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di sektor beras dan jagung dalam kurun waktu satu tahun saja.
Hal ini terlihat dari bagaimana stok beras dan jagung nasional berada pada kondisi aman, sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor sebutir pun sepanjang tahun ini.
Alhamdulillah tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton, tahun ini impornya nol. Tahun lalu produksi kita 30 juta ton, tahun ini produksi kita 34,77 juta ton. Jadi kalau tahun lalu kita impor 4,5 juta ton, tahun ini kita kelebihan stok 4,7 juta ton," ucapnya dalam acara Group Conference 2025 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (8/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai swasembada beras dan jagung, Zulhas mengatakan pada 2026 nanti pemerintah akan mengebut program swasembada protein, terutama dari sektor perikanan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Tahun depan karena kita sekarang baru karbohidrat, tahun depan kita akan habis-habisan protein perintah Presiden," kata Zulhas.
Baca juga: Ramai Dibilang Pencitraan, Zulhas: Saya Biasa Gotong Beras |
Zulhas menjelaskan, rencananya tahun depan pemerintah akan membangun minimal satu tambak di setiap Kabupaten se-Indonesia. Di mana menurutnya di Pulau Jawa saja total luasan tambak yang akan dibangun mencapai 20.000 hektare.
"Di Jawa akan kita bangun 20.000 hektare tambak, 20.000 hektare. 500 Kabupaten kita akan bangun 1 tambak minimal," terangnya.
Selanjutnya pemerintah akan membangun juga sekitar 2.000 kampung nelayan di seluruh wilayah pesisir Indonesia. Setiap kampung nelayan ini direncanakan memiliki berbagai macam fasilitas, misalkan saja gudang penyimpanan (cold storage).
"Tahun depan 2.000 kampung nelayan akan dibangun. Nelayan selama ini tidak punya daya tawar, diambil ikan kalau tidak dijual busuk. Kita akan bangun 2.000 kampung nelayan, kalau ikannya ditawar murah dia bisa simpan karena nanti ada cold storage, ada pabrik es, dan lain-lain," jelas Zulhas lagi.
Tak hanya di sektor perikanan, pada 2026 mendatang pemerintah juga berencana meningkatkan produksi protein nasional lebih jauh melalui peningkatan produksi ayam dan telur disertai pembangunan pabrik-pabrik pakan baru.
Lebih jauh, di luar produk protein pemerintah juga berencana meningkatkan produksi garam di Indonesia. Sehingga ke depannya produk satu ini juga bisa ikut swasembada.
"Dua tahun lagi garam kita nggak usah impor lagi kita akan bangun besar-besaran di NTT," tegasnya.
"Kalau kita berdaulat di bidang pangan, maka sepertiga masalah-masalah kita bisa kita selesaikan. Karena yang miskin itu ya pertanian, petani. Nomor dua nelayan, nomor tiga peternak," pungkasnya.
(igo/fdl)Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ