Indonesia Alokasikan Biodiesel Sawit 15,65 Juta Kiloliter untuk 2026

avatar
· Views 934
  • Alokasi biodiesel 2026 ditetapkan 15,65 juta kiloliter, termasuk 7,45 juta untuk PSO dan 8,20 juta non-PSO.
  • Rencana B50 akan diuji jalan mulai Desember 2025 dan kemungkinan diterapkan paruh kedua 2026, tergantung kesiapan pasokan.
  • Stok CPO menurun dan konsumsi domestik naik, pemerintah pertimbangkan pengaturan ekspor untuk jaga pasokan biodiesel.

Ipotnews - Pemerintah menetapkan alokasi biodiesel berbasis minyak sawit (CPO) sebesar 15,65 juta kiloliter untuk mendukung kebijakan mandatori pencampuran bahan bakar pada 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam keputusan yang ditandatangani Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), seperti dilansir  Reuters , di Jakarta, Selasa (23/12).
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 7,45 juta kiloliter diperuntukkan bagi skema public service obligation (PSO), yang mencakup sektor layanan publik seperti transportasi umum. Penjualan biodiesel dalam skema ini akan mendapatkan subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Sementara itu, alokasi non-PSO yang akan dijual dengan harga pasar ditetapkan 8,20 juta kiloliter, ungkap Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM , Eniya Listiani Dewi.
Eniya menjelaskan bahwa besaran alokasi untuk 2026 relatif sejalan dengan kebijakan tahun sebelumnya. Pada 2025, Indonesia mengalokasikan sekitar 15,6 juta kiloliter bahan bakar berbasis sawit, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan rencana tahun depan.
Sebagai produsen CPO terbesar di dunia, Indonesia saat ini menerapkan kebijakan pencampuran biodiesel 40 persen atau B40 untuk bahan bakar solar.
Pemerintah berencana meningkatkan porsi tersebut menjadi 50 persen sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Uji jalan untuk campuran B50 dimulai sejak awal Desember dan diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa penerapan wajib B50 kemungkinan besar akan dimulai pada paruh kedua 2026, bergantung pada hasil uji coba dan kesiapan pasokan.
Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) memperkirakan implementasi penuh B50 dapat membutuhkan hingga 19 juta kiloliter biodiesel berbasis sawit per tahun.
Sekjen APROBI, Ernest Gunawan, menyatakan realisasi kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada hasil uji jalan dan ketersediaan bahan baku.
Dia menambahkan, pemerintah berpeluang merevisi kembali keputusan menteri terkait volume alokasi pada semester kedua guna menyesuaikan dengan kebutuhan B50.
Di sisi pasokan, stok CPO Indonesia pada akhir Oktober tercatat turun 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi sekitar 2,33 juta ton, meski produksi mengalami lonjakan.
Pada saat yang sama, konsumsi domestik melesat 8,5 persen menjadi 2,22 juta ton, didorong meningkatnya permintaan biodiesel dan konsumsi pangan.
Dengan tren konsumsi domestik yang terus meningkat, pemerintah disebut tengah mempertimbangkan pengaturan ekspor minyak sawit mentah guna memastikan pasokan dalam negeri tetap mencukupi untuk mendukung program biodiesel nasional. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest