Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 5 Januari 2026: Melemah

avatar
· Views 534

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/1/2026). Pelemahan ini seiring kenaikan dolar ke level tertinggi dalam tiga setengah pekan terhadap euro dan mencapai level tertinggi dua pekan terhadap yen Jepang.
Di saat pelaku pasar mengalihkan fokus ke serangkaian data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.14 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 7 poin (0,04%) ke level Rp 16.732 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,17% ke level 98,59.
Sedangkan pada perdagangan Jumat (2/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 38 poin di level Rp 16.725.
Dikutip dari Reuters, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mengawali pekan perdagangan penuh pertama di awal tahun 2026 dengan penguatan.
Dolar naik ke level tertinggi dalam tiga setengah pekan terhadap euro dan mencapai level tertinggi dua pekan terhadap yen Jepang, seiring pelaku pasar mengalihkan fokus ke serangkaian data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Penguatan dolar terjadi meskipun akhir pekan lalu AS melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Namun, sentimen geopolitik tersebut cenderung diabaikan pasar valuta asing, yang kini lebih menantikan sinyal dari data makroekonomi AS.
Pada perdagangan Senin (5/1/2026), dolar menguat 0,1% ke level US$ 1,1704 per euro, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 1,1700, terkuat sejak 11 Desember. Terhadap yen Jepang, dolar naik 0,2% ke level 157,08 yen, mendekati posisi tertinggi sejak 22 Desember di 157,255 yen.
"Pasar valuta asing saat ini bukan mencerminkan risiko dari Venezuela, melainkan lebih pada apa yang akan disampaikan data ekonomi AS terhadap arah kebijakan The Fed," ujar analis pasar senior Capital.com, Kyle Rodda, seperti dikutip Reuters.
Pemangkasan The Fed
Menurut Rodda, serangkaian data ekonomi AS yang masih solid dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong pasar mempertimbangkan kemungkinan laju pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih lambat sepanjang tahun ini.
Agenda data ekonomi AS pekan ini akan dimulai dengan rilis indeks manufaktur ISM pada Senin, dan berpuncak pada laporan ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP) pada Jumat. Data-data tersebut dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga ke depan.
Berdasarkan perhitungan LSEG dari kontrak berjangka, pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali sepanjang 2026.
Selain data ekonomi, investor juga mencermati keputusan Presiden AS Donald Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya, menyusul berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei mendatang.
Trump menyatakan akan mengumumkan pilihannya bulan ini dan menegaskan bahwa sosok pengganti Powell adalah 'seseorang yang sangat percaya pada suku bunga yang lebih rendah'.
Di pasar mata uang lainnya, dolar AS juga menguat 0,1% terhadap pound sterling ke US$ 1,3443, serta naik 0,1% terhadap dolar Kanada ke level C$ 1,3745. Sementara itu, dolar Australia melemah 0,2% ke posisi US$ 0,6682.

Sumber : investor.id

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest