- Stok CPO Malaysia Desember naik ke 2,97 juta ton, tertinggi sejak Februari 2019, karena produksi tetap kuat.
- Produksi Desember 1,76 juta ton meski turun 9% dari November, tetap tertinggi sejak 2018; ekspor naik moderat 2,8% ke 1,25 juta ton.
- Harga CPO masih diskon dibanding minyak nabati pesaing, potensi menarik pembeli, fokus pasar tertuju pada permintaan kuartal I 2026.
Ipotnews - Persediaan minyak sawit (CPO) Malaysia sepanjang Desember diperkirakan melejit ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun terakhir, seiring kuatnya produksi bulanan yang melampaui perbaikan ekspor yang masih terbatas, menurut survei Reuters .
Berdasarkan estimasi median dari 10 pelaku pasar yang terdiri atas trader, pelaku perkebunan, dan analis, stok minyak sawit Malaysia diproyeksikan naik menjadi 2,97 juta metrik ton.
Angka tersebut melonjak sekitar 4,7 persen dibandingkan November dan menjadi level tertinggi sejak Februari 2019, demikian laporan Reuters, di Kuala Lumpur, Senin (5/1).
Produksi CPO pada Desember diperkirakan mencapai 1,76 juta metrik ton. Meski merosot sekitar 9 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan mencatat penurunan bulanan untuk dua bulan berturut-turut, volume tersebut tetap menjadi produksi Desember tertinggi sejak 2018.
Sementara itu, ekspor produk minyak sawit diprediksi melesat 2,8 persen menjadi 1,25 juta metrik ton. Kenaikan ini menandai pemulihan setelah ekspor mengalami penurunan pada bulan sebelumnya, meski secara keseluruhan peningkatannya dinilai masih relatif moderat.
Anilkumar Bagani, Kepala Riset Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, menyatakan produksi minyak sawit Malaysia sepanjang Desember tidak mengalami penurunan signifikan sebagaimana lazim terjadi pada periode tersebut.
Di sisi lain, ekspor belum menunjukkan perbaikan berarti bahkan jika dibandingkan basis yang rendah pada November.
Pelaku pasar juga menyoroti kinerja produksi Malaysia yang mengejutkan pada kuartal Oktober. Produksi yang kuat pada periode tersebut mendorong total output tahunan negara itu menembus angka 20 juta ton untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Dalam dua bulan terakhir, harga minyak sawit diperdagangkan dengan diskon dibandingkan minyak nabati (vegetable oil) pesaingnya. Kondisi ini dinilai berpotensi menarik minat pembeli dan memberikan dukungan bagi permintaan ekspor dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut Bagani, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada kuartal pertama 2026. Faktor musiman seperti perayaan Tahun Baru Imlek, bulan Ramadan, serta permintaan biodiesel diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan harga minyak sawit ke depan.
Sementara itu, Malaysian Palm Oil Board ( MPOB ) dijadwalkan merilis data resmi bulanan sektor minyak sawit pada 12 Januari.
Breakdown of December estimates (in metric tons):
Range | Median | |
Production | 1,700,000 - 1,838,735 | 1,761,157 |
Exports | 1,200,000 - 1,440,000 | 1,247,099 |
Imports | 20,000 - 49,000 | 36,000 |
Closing Stocks | 2,807,398 - 3,139,959 | 2,967,220 |
* Official stocks of 2,835,439 tons in November, plus the above estimated output and imports, yield a total December supply of 4,632,596 tons. Based on the median of exports and closing stocks estimates, Malaysia's domestic consumption in December is estimated to be 418,278 tons.
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ