Banjir Investasi China, 16 Proyek Rp 36 T Masuk Indonesia

avatar
· Views 490
Banjir Investasi China, 16 Proyek Rp 36 T Masuk Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta

Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Salah satu kerja sama strategis dilakukan dengan China pada berbagai bidang seperti perdagangan, investasi dan industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama antara kedua negara terbuka. Menurutnya, ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua negara.

"Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat. Keduanya merupakan anggota G20 dan Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB US$ 17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB US$ 1,4 triliun. Jadi ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai US$ 135,2 miliar pada 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi dan mengintegrasikan rantai pasok.

Baca juga: Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran, Siapa Sebenarnya Timothy Ronald?

ADVERTISEMENT

Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp 36,4 triliun atau sekitar US$ 2,19 miliar. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai dan kecerdasan buatan.

"Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia," jelas Airlangga.

Berkaitan dengan investasi, komitmen meningkatkan iklim investasi dilakukan melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur dan konsistensi kebijakan. Hal itu untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik.

"Indonesia kini memiliki gugus tugas untuk mempercepat program-program strategis pemerintah yang akan membantu mempercepat proses investasi," imbuh Airlangga.

(aid/fdl)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest