Rupiah Diprediksi Melemah Setelah Muncul Isyarat Hawkish Dari Pejabat The Fed , BI Siap Intervensi

avatar
· Views 154
  • Pernyataan hawkish pejabat The Fed mendorong penguatan dolar AS, sehingga menekan rupiah meskipun inflasi AS Desember 2025 sesuai ekspektasi dan inflasi inti lebih rendah dari perkiraan.
  • Rupiah pagi ini sempat menguat tipis ke Rp16.867 per dolar AS, namun analis menilai tren pelemahan masih berlanjut seiring rebound kuat indeks dolar.
  • Bank Indonesia diperkirakan akan intervensi, mengingat rupiah mendekati level psikologis Rp17.000, dengan kisaran pergerakan harian diproyeksikan di Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS.

Ipotnews - Pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve tadi malam diperkirakan membuat kurs rupiah melemah terhadap dolar, meskipun data inflasi Amerika Serikat Desember 2025 tidak meningkat.
Mengutip data Bloomberg pada Rabu (14/1) pukul 09.08 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan di level Rp16.867 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,05% dibandingkan akhir perdagangan Selasa (13/1) di posisi Rp16.877 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat. "Walau sempat turun oleh data inflasi yg sedikit lebih lemah dari perkiraan, indeks dolar AS rebound kuat oleh pernyataan hawkish pejabat the Fed Musalem," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Gubernur The Fed St Louis, Musalem mengatakan bahwa ekonomi AS kemungkinan akan tumbuh pada atau di atas potensi pada tahun 2026, didukung oleh dukungan fiskal dan efek tertunda dari penurunan suku bunga sebelumnya.
Ia mencatat bahwa inflasi tetap lebih dekat ke 3% daripada 2% tetapi diprakirakan akan mereda sepanjang tahun, berargumen bahwa kebijakan sekarang berada di sekitar netral dan siap untuk merespons ke arah mana pun seiring pasar tenaga kerja terus mendingin dengan cara yang teratur.
Tingkat inflasi AS di Desember 2025 sesuai prediksi. Biro Statistik Ketenagakerjaan AS mengumumkan, Selasa (13/1/2026), indeks harga konsumen tahunan mencapai 2,7%.
Realisasi angka inflasi secara tahunan tersebut sesuai dengan konsensus proyeksi ekonom. Di September, angka inflasi secara tahunan juga mencapai 2,7%.
Tapi angka inflasi inti AS di Desember 2025 cuma 0,2%. Ini lebih kecil dibanding konsensus proyeksi analis sebesar 0,3% dan tidak berubah dibanding publikasi untuk September 2025.
Namun dengan perlemahan rupiah yang berkelanjutan belakangan ini dan semakin mendekati Rp17 ribu, BI diperkirakan akan melakukan intervensi. "Range kurs rupiah hari ini di kisaran Rp16.800 - Rp16.950 per dolar AS," ungkap Lukman.
Sementara, pagi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan mempertahankan kehadirannya di pasar valuta asing guna memastikan pergerakan nilai tukar rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, di tengah posisi rupiah yang diperdagangkan mendekati level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa pelemahan rupiah terjadi seiring dengan pergerakan mata uang negara kawasan lainnya. Menurutnya, tekanan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, serta kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju.
BI menegaskan komitmen bank sentral untuk terus berada di pasar valas sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
(Adhitya/Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest