Airlangga Klaim Peluang Resesi Ekonomi RI Lebih Rendah dari AS-China

avatar
· Views 719
Airlangga Klaim Peluang Resesi Ekonomi RI Lebih Rendah dari AS-China
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim peluang resesi bagi ekonomi Indonesia jauh lebih rendah dibanding Amerika Serikat (AS), China, bahkan Jepang. Pasalnya, ekonomi RI menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.

"Di tengah ketidakpastian global yang mencakup perlambatan ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat dengan probabilitas resesi yang rendah berdasarkan penilaian Bloomberg, dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, dan Jepang," kata Airlangga dalam acara Business Outlook Indonesia Business Council (IBC) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh di kisaran 5% selama tujuh tahun terakhir. Angka inflasi Indonesia juga diklaim terkendali di angka 2,92% pada Desember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mitigasi Risiko Perekonomian Global

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 9.000 dengan nilai tukar rupiah yang diklaim stabil di level Rp 16.800-an. Aktivitas manufaktur juga masih berada pada fase ekspansi dengan Purchasing Managers' Index (PMI) sebesar 51,2.

ADVERTISEMENT

"Indeks keyakinan konsumen meningkat menjadi 123,5, didorong oleh berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah pada Desember, yang tercermin pada meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat," jelasnya.

Airlangga menambahkan, neraca perdagangan Indonesia surplus selama 67 bulan berturut-turut, sementara cadangan devisa tetap tinggi sebesar US$ 156,1 miliar. Tren kredit juga tumbuh positif hampir 8%.

Baca juga: Bukan Cuma di RI, Lulusan Baru di AS Juga Susah Dapat Kerja

Sementara capaian realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) sebesar Rp 1.434 triliun hingga September 2025. Angka ini disebut masih akan meningkat hingga sekitar Rp 1.900 triliun.

Meski begitu, Airlangga mengaku defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nyaris menyentuh 3%. Namun menurutnya, angka tersebut relatif stabil di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global.

"Defisit APBN 2025 dijaga di bawah 3% dari PDB, dengan realisasi pendapatan negara mencapai 91,7% dan belanja negara sebesar 95,3% dari target," pungkasnya.

(ahi/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest