- Kedelai CBOT turun 0,1% dipicu ekspektasi panen rekor Brasil yang menekan sentimen permintaan biofuel.
- Pasokan Amerika Selatan mendominasi, ekspor besar ke China menekan kedelai AS; pangsa AS di impor China turun ke 15%.
- Penurunan tertahan sebagian, ditopang kuatnya penggilingan kedelai AS dan ekspansi industri biofuel.
Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melemah, Selasa, setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan datang dari ekspektasi panen kedelai rekor di Brasil yang meredam optimisme terhadap peningkatan permintaan kedelai sebagai bahan baku biofuel.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,1% menjadi USD1.057,25 per bushel pada pukul 13.09 WIB, demikian laporan Reuters, di Beijing, Selasa (20/1).
Tekanan pasokan juga menyeret harga gandum dan jagung, meski terdapat indikasi permintaan gandum yang sehat serta aksi pembelian murah (bargain hunting) pada jagung yang sebelumnya jatuh tajam pekan lalu.
CEO konsultan pertanian Lachstock, Nick Carracher, mengatakan pasar saat ini terbebani oleh derasnya ekspor kedelai Amerika Selatan ke China.
"Pasar tertekan oleh ekspor besar-besaran dari Amerika Selatan ke China. Meski ada tantangan musim tanam di Argentina, Brasil tampaknya akan kembali mencetak panen yang sangat besar," ujar Carracher.
Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan harus mengamankan kesepakatan dagang baru atau menurunkan harga untuk mendorong ekspor.
Data bea cukai China yang dirilis Selasa menunjukkan pangsa kedelai asal Amerika Serikat dalam impor China anjlok menjadi 15% pada 2025, dari 21% pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, pangsa Brasil dan Argentina meningkat. China sempat menghentikan pembelian kedelai AS selama sebagian tahun lalu, namun kini kembali melakukan impor.
Produksi kedelai Brasil--eksportir terbesar dunia--diperkirakan melonjak 5% secara tahunan menjadi rekor 183,79 juta metrik ton, menurut konsultan Safras & Mercado, Senin.
Brasil juga diproyeksikan menggiling 60 juta ton kedelai pada 2026, meningkat dari 58,5 juta ton tahun sebelumnya, serta mengekspor sekitar 105 juta ton.
Meski demikian, permintaan yang kuat dari industri pengolahan kedelai di Amerika Serikat memberikan penopang bagi harga di CBOT .
National Oilseed Processors Association ( NOPA ) menyatakan volume penggilingan kedelai AS pada Desember melesat ke level bulanan tertinggi kedua sepanjang sejarah.
Kapasitas pengolahan kedelai di AS terus meningkat seiring ekspansi perusahaan untuk memenuhi lonjakan permintaan minyak nabati dari produsen biofuel. Pabrik juga meningkatkan level produksi setelah panen besar kedelai AS pada musim gugur lalu.
Sementara itu, di pasar komoditas lainnya, harga gandum CBOT turun 0,2% menjadi USD517 per bushel, sedangkan jagung melemah 0,2% ke posisi USD423,75 per bushel. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ