- Rupiah melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, turun 0,01%, tertahan oleh intervensi Bank Indonesia di tengah tekanan eksternal global.
- BI diperkirakan menahan suku bunga di 4,75% pada RDG Januari; seluruh 30 analis dalam konsensus Bloomberg sepakat tidak ada kenaikan atau penurunan suku bunga.
- Tekanan eksternal datang dari isu geopolitik AS-Eropa, terkait rencana tarif AS atas negara-negara Eropa akibat konflik Greenland, yang menekan mata uang emerging market termasuk rupiah.
Ipotnews - Kurs rupiah ditutup melemah sangat tipis terhadap dolar berkat intervensi Bank Indonesia, di tengah tekanan dari sisi eksternal oleh isu pencaplokan wilayah Greenland oleh Amerika Serikat yang disusul ancaman tarif besar oleh Trump ke Eropa.
Mengutip data Bloomberg, Selasa (20/1) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup di level Rp16.956 per dolar AS, melemah 1 poin atau 0,01%, dibandingkan posisi penutupan pada Senin (19/1) di level Rp16.955 per dolar AS.
Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan pelemahan kurs rupiah sangat tipis hari ini karena intervensi BI. Apabila kurs rupiah terus melemah melebihi Rp17 ribu, akan memberikan sinyal negatif bagi dunia usaha, terlebih menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI Rabu besok.
"Jadi ada intervensi BI karena tekanan terhadap rupiah sebetulnya masih cukup besar dari sisi eksternal. Apalagi besok akan keluar keputusan BI rate, jadi kurs rupiah hari ini dijaga," kata Ariston saat dihubungi Ipotnews melalui telepon sore ini.
BI mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Januari hari ini, Selasa. Hasilnya akan diumumkan esok hari Rabu (21/1).
Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga siang hari ini menghasilkan median proyeksi suku bunga acuan BI Rate berada di 4,75%. Artinya, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega diperkirakan tidak mengubah BI Rate dalam RDG bulan ini. Hold, alias tetap.
Dari 30 ekonom/analis yang terlibat dalam pembentukan konsensus, seluruhnya memperkirakan demikian. Aklamasi, sepakat bulat, tiada dissenting opinion.
Presiden AS Donald Trump berencana memberlakukan tarif tambahan terhadap Denmark dan tujuh negara Eropa lain yang menolak pengambilalihan Greenland oleh AS.
Tarif dagang bagi Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia yang semula sebesar 10% akan dinaikkan menjadi 25% pada Juni nanti hingga Denmark setuju untuk menjual pulau Arktik kepadanya.
Sanksi kenaikan tarif dagang ini diumumkan Trump beberapa hari setelah negara-negara Eropa tersebut mengirimkan misi militer ke Greenland untuk memperkuat keamanan wilayah itu.
"Masalah ini memberikan tekanan yang cukup besar terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah," ungkap Ariston.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ