Harga CPO Menguat Ditopang Minyak Nabati Pesaing, Namun Turunnya Minyak Mentah Batasi Kenaikan

avatar
· Views 216

Harga CPO Menguat Ditopang Minyak Nabati Pesaing, Namun Turunnya Minyak Mentah Batasi Kenaikan
  • CPO lanjutkan penguatan: Harga minyak sawit Malaysia naik dua sesi beruntun, mengikuti penguatan minyak nabati pesaing.
  • Minyak mentah jadi penahan: Pelemahan harga crude oil membatasi potensi kenaikan CPO karena menekan prospek biodiesel.
  • Ekspor & produksi menopang: Ekspor Januari meningkat, sementara faktor musiman menahan pasokan dan stok.

Ipotnews - Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing. Namun, pelemahan harga minyak mentah membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 43 ringgit atau 1,05% menjadi 4.137 ringgit per ton pada perdagangan awal.
Di pasar lain, kontrak soyoil paling aktif di Dalian menguat 0,07%, sementara kontrak minyak sawit Dalian naik 1,15%. Harga soyoil di Chicago Board of Trade juga naik tipis 0,06%. Pergerakan ini mencerminkan keterkaitan CPO dengan minyak nabati pesaing dalam memperebutkan pangsa pasar global minyak nabati.
Sementara itu, harga minyak mentah melemah seiring perkiraan peningkatan persediaan minyak AS, yang mengimbangi dampak penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan serta tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS terkait ambisi penguasaan Greenland. Pelemahan crude oil membuat CPO kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Dari sisi mata uang, ringgit melemah 0,07% terhadap dolar AS, sehingga membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli asing.
Dewan Minyak Sawit Malaysia ( MPOC ) memperkirakan harga CPO pada Februari bergerak terbatas di kisaran 4.000-4.300 ringgit per ton, ditopang penurunan produksi dan stok akibat faktor musiman.
Data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa musim 2025/26 hingga 15 Januari turun 16% secara tahunan menjadi 6,73 juta ton, sementara impor minyak sawit turun 3% menjadi 1,65 juta ton. Di sisi lain, surveyor kargo memperkirakan ekspor produk sawit Malaysia periode 1-20 Januari naik 8,64% hingga 11,4% secara bulanan.
Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao menilai harga CPO berpeluang menguji kembali level tertinggi 13 Januari di 4.147 ringgit per ton, seiring dorongan gelombang kenaikan lanjutan.(Reuters)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest