Permintaan Diprediksi Meningkat Jelang Imlek, Harga CPO Berjangka Melonjak

avatar
· Views 528
  • CPO naik ke 4.132 ringgit karena ekspektasi permintaan Imlek & ekspor menguat.
  • Didukung pasar minyak nabati dan pelemahan ringgit.
  • Prospek Februari positif, kisaran 4.000-4.300 ringgit.

Ipotnews - Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat, Rabu, didorong ekspektasi meningkatnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek bulan depan.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 38 ringgit atau 0,93% menjadi 4.132 ringgit (USD1.019,24) per metrik ton pada jeda perdagangan siang hari, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Rabu (21/1).
Penguatan harga terjadi seiring harapan permintaan yang solid dalam beberapa pekan ke depan menjelang musim perayaan Imlek. "Kontrak berjangka minyak sawit mentah diperdagangkan lebih tinggi karena ekspektasi permintaan yang kuat menjelang musim perayaan Imlek bulan depan," ujar David Ng, trader di perusahaan perdagangan Iceberg X Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur.
Surveyor kargo memperkirakan ekspor produk CPO Malaysia pada periode 1-20 Januari melambung antara 8,64% hingga 11,4% secara bulanan.
Sementara, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian menguat 0,05%, sementara kontrak minyak sawitnya melesat 1,24%. Harga soyoil di Chicago Board of Trade juga naik 0,13%.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak pesaingnya karena berkompetisi di pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Di sisi lain, harga minyak mentah melemah akibat perkiraan peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang menutupi dampak penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan, serta tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS terkait upayanya memperoleh kendali atas Greenland.
Pelemahan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit--mata uang perdagangan minyak sawit--melemah 0,05% terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Malaysian Palm Oil Council ( MPOC ) memperkirakan harga minyak sawit pada Februari akan bergerak dalam kisaran 4.000 hingga 4.300 ringgit per ton, didukung penurunan produksi dan stok yang bersifat musiman.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, menyebutkan harga minyak sawit berpeluang kembali menguji level tertinggi 13 Januari di 4.147 ringgit per metrik ton, yang didorong oleh pergerakan wave C. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest