Kemnaker Buka-bukaan Biang Kerok Korban PHK Melonjak Jadi 88 Ribu Orang

avatar
· Views 1,076
Kemnaker Buka-bukaan Biang Kerok Korban PHK Melonjak Jadi 88 Ribu Orang
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) buka suara soal melonjaknya angka PHK tahun 2025 yang tembus 88 ribu orang. PHK tahun lalu meningkat 10.554 orang dibandingkan PHK tahun 2024 yang sebanyak 77 ribu orang.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri mengatakan, naiknya angka PHK dipicu oleh tekanan dari kegiatan ekspor impor. Gejolak geopolitik di awal 2025 juga mempengaruhi kinerja industri.

"Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti. Kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor manufaktur masih menjadi penyumbang angka PHK tertinggi tahun lalu. Manufaktur memang menjadi salah satu sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.

Baca juga: Dolar Makin Perkasa, Apa yang Terjadi Jika Rupiah Jebol Rp 17.000?

ADVERTISEMENT

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker, jumlah PHK pada periode tersebut tembus 88.519 orang. Jumlah tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

"Pada periode Januari s.d. Desember 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP," tulis situs Satudata Kemnaker, dilihat detikcom Selasa (13/1).

PHK tahun 2025 juga lebih tinggi dibandingkan PHK tahun 2023 yang sebanyak 64.855 orang. Bahkan PHK tahun lalu melonjak drastis dibanding tahun 2022 yang sebanyak 25.114 orang.

Peta jumlah PHK tertinggi masih berpusat di Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi provinsi dengan lokasi PHK terbanyak, disusul oleh Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Timur.

Berikut 10 besar provinsi dengan jumlah PHK terbanyak periode Januari-Desember 2025:

1. Jawa Barat: 18.815 orang kena PHK
2. Jawa Tengah: 14.700 orang kena PHK
3. Banten: 10.376 orang kena PHK
4. DKI Jakarta: 6.311 orang kena PHK
5. Jawa Timur: 5.949 orang kena PHK
6. Sulawesi Selatan: 4.297 orang kena PHK
7. Kalimantan Timur: 3.917 orang kena PHK
8. Kepulauan Riau: 3.265 orang kena PHK
9. Kalimantan Barat: 2.577 orang kena PHK
10. Riau: 2.546 orang kena PHK.

(acd/acd)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest