- Rupiah menguat ke sekitar 16.830, menjauh dari tekanan area atas 16.900.
- Dolar AS bergerak tenang di kisaran 98-99, membuka ruang bagi mata uang emerging market.
- Fokus pasar beralih ke rilis PMI AS yang berpotensi menahan ruang penguatan rupiah.
Rupiah pada perdagangan Jumat bergerak menguat dengan pasangan mata uang USD/IDR turun ke sekitar 16.830, menjauh dari area atas 16.900 yang sempat diuji pada awal pekan. Sepanjang sesi, pergerakan cenderung tertahan di rentang bawah 16.800 hingga area 16.880, mencerminkan meredanya tekanan beli dolar setelah sentimen global membaik dan faktor domestik relatif mendukung. Posisi ini menunjukkan bahwa rupiah sementara masih mampu menjaga jarak aman dari level psikologis 17.000, meski ruang penguatan tetap terukur di tengah kehati-hatian pasar menimbang dinamika global berikutnya.
Pergerakan indeks dolar AS (DXY) menunjukkan fase yang relatif tenang dengan kecenderungan mendatar di sekitar area 98-99 usai rilis serangkaian data AS semalam. Setelah sempat mencoba menguat mendekati 100 pada beberapa sesi sebelumnya, laju dolar kembali tertahan dan bergerak lebih berhati-hati. Posisi ini mengindikasikan bahwa dominasi dolar mulai berkurang secara bertahap, memberi ruang napas bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, meski arah selanjutnya masih sangat bergantung pada kejelasan kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik global.
Likuiditas Menguat, M2 Indonesia Akselerasi ke 9,6% pada Desember 2025
Bank Indonesia melaporkan likuiditas domestik menunjukkan penguatan yang lebih jelas menjelang akhir tahun. Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Indonesia tumbuh 9,6% secara tahunan pada Desember 2025, meningkat dari laju 8,3% pada bulan sebelumnya, dengan total mencapai sekitar Rp10.133 triliun. Akselerasi ini menegaskan berlanjutnya ekspansi likuiditas di tengah aktivitas ekonomi yang tetap berjalan, sekaligus mencerminkan transmisi kebijakan moneter yang masih akomodatif secara terukur.
Danantara Siapkan Investasi USD14 Miliar, Rencana Obligasi Patriot Perkuat Sentimen Domestik
Sentimen domestik turut terbantu oleh pernyataan dana kekayaan negara Danantara Indonesia yang memprakirakan alokasi investasi hingga USD14 miliar pada tahun ini, didanai dari dividen portofolio yang ada. Rencana penerbitan obligasi “Patriot” lanjutan dalam beberapa bulan ke depan, meski berskala lebih kecil dan bergantung pada minat investor, dipandang memperkuat persepsi dukungan pembiayaan jangka menengah serta kredibilitas pengelolaan aset negara.
PDB AS Solid, Inflasi Inti Stabil Jaga Sikap Hati-hati The Fed
Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis semalam memperlihatkan kombinasi antara pertumbuhan yang masih kuat dan tekanan inflasi yang cenderung terkendali. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal III tercatat tumbuh 4,4% secara tahunan, sedikit melampaui ekspektasi pasar di 4,3% dan mengindikasikan ketahanan aktivitas ekonomi di tengah kebijakan moneter yang ketat.
Dari sisi inflasi, indeks harga Core Personal Consumption Expenditures (PCE) – indikator inflasi favorit The Fed – menunjukkan dinamika yang relatif stabil. Secara bulanan, core PCE Oktober dan November sama-sama tercatat di 0,2%, sejalan dengan prakiraan, sementara secara tahunan inflasi inti berada di kisaran 2,7-2,8%. Pola ini menyiratkan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, namun juga belum menunjukkan percepatan baru, memberi ruang bagi pelaku pasar untuk menilai ulang seberapa jauh Federal Reserve perlu mempertahankan sikap kebijakan yang ketat di periode mendatang.
Sentimen Global Membaik Terbatas di Tengah Isu Tarif, The Fed, dan Geopolitik
Sentimen global sempat membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan penundaan penerapan tarif yang semula dijadwalkan berlaku 1 Februari, menyusul pertemuan yang disebutnya “sangat produktif” dengan Sekjen NATO Mark Rutte dan tercapainya kerangka kesepakatan terkait Greenland serta kawasan Arktik. Namun, pernyataan tegas Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen soal kedaulatan, ditambah keraguan Mahkamah Agung AS terhadap upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook – yang dinilai berpotensi menggerus independensi bank sentral – menjaga kehati-hatian pasar.
Di sisi moneter, ekspektasi pelonggaran sekitar 50 bp hingga akhir tahun tetap terjaga, meski The Fed diprakirakan menahan suku bunga pada pertemuan Januari, dengan mayoritas ekonom Reuters melihat peluang pemangkasan baru terbuka mulai Juni atau setelahnya.
Pasar Menanti PMI AS Januari, Dolar Berpeluang Tertopang
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis awal (preliminary) PMI S&P Global AS Januari, dengan PMI manufaktur diprakirakan naik ke 52,1 dari 51,8, sementara PMI jasa diprakirakan menguat ke 52,8 dari 52,5. Jika realisasi sejalan atau lebih kuat dari ekspektasi, data ini berpotensi memperkuat persepsi bahwa aktivitas ekonomi AS tetap kuat di awal tahun, sehingga dapat kembali menopang dolar AS. Bagi rupiah, hasil tersebut berisiko menahan ruang penguatan jangka pendek dan menjaga USD/IDR tetap defensif, meski dampaknya diprakirakan terbatas selama tidak diikuti lonjakan signifikan pada ekspektasi kebijakan The Fed.
Indikator Ekonomi
PMI Jasa S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa S&P Global, yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS. Karena sektor jasa mendominasi sebagian besar perekonomian, PMI Jasa merupakan indikator penting yang mengukur keadaan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Data tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif senior di perusahaan swasta dari sektor jasa. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya dan dapat mengantisipasi perubahan tren dalam rangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, lapangan kerja, dan inflasi. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa perekonomian jasa secara umum berkembang, sebuah tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Sementara itu, angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di antara penyedia jasa secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Jan 23, 2026 14.45 (Pendahuluan)
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 52.8
Sebelumnya: 52.5
Sumber: S&P Global
Được in lại từ FXStreet_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ