- Brent ditutup di $65,88/barel dan WTI di $61,07/barel, level tertinggi lebih dari satu minggu, seiring ketegangan geopolitik meningkat.
- Presiden Trump mengirim armada ke Timur Tengah dan memberlakukan sanksi pada kapal serta perusahaan yang mengangkut minyak Iran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
- Produksi di ladang minyak Tengiz tetap terhenti setelah kebakaran, membuat output minyak Kazakhstan turun signifikan dan mendukung kenaikan harga global.
Ipotnews - Harga minyak ditutup pada level tertinggi lebih dari satu minggu pada Jumat (23/1) akhir pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi tambahan terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyaknya, dan mengumumkan bahwa sebuah armada akan menuju negara Timur Tengah tersebut.
Futures Brent naik $1,82 atau 2,8% menjadi $65,88 per barel, tertinggi sejak 14 Januari. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,71 atau 2,9% menjadi $61,07, juga tertinggi dalam lebih dari satu minggu. Kedua patokan mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 2,5%.
Pernyataan Trump kembali memperingatkan Teheran agar tidak menindak pengunjuk rasa atau melanjutkan program nuklirnya. Peningkatan tekanan ini memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak di Timur Tengah. Kazakhstan pun mengalami kesulitan untuk melanjutkan produksi dari salah satu ladang minyak terbesar di dunia.
Kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal perusak berpandu rudal, dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, kata seorang pejabat AS. AS sebelumnya juga melakukan serangan terhadap Iran pada Juni tahun lalu.
AS pada Jumat juga memberlakukan sanksi terhadap sembilan kapal dan delapan perusahaan terkait yang terlibat dalam pengangkutan minyak dan produk minyak Iran, demikian pernyataan Departemen Keuangan AS.
Menurut data OPEC , Iran memproduksi sekitar 3,2 juta barel per hari, menjadikannya produsen minyak mentah terbesar keempat di OPEC setelah Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Iran juga merupakan eksportir utama ke China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.
Chevron menyatakan produksi minyak di ladang Tengiz, Kazakhstan, belum pulih setelah operator Tengizchevroil yang dipimpin Chevron menghentikan operasi pada Senin lalu menyusul kebakaran.
Insiden ini memperburuk masalah industri minyak Kazakhstan, yang sudah mengalami hambatan di jalur ekspor utama di Laut Hitam, akibat kerusakan dari serangan drone Ukraina.
JP Morgan pada Jumat memperkirakan Tengiz, yang menyumbang hampir setengah produksi minyak Kazakhstan, kemungkinan tetap berhenti berproduksi hingga akhir bulan, sehingga output minyak Kazakhstan kemungkinan hanya rata-rata 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari pada Januari, dibandingkan tingkat normal sekitar 1,8 juta barel per hari.
Harga minyak sebelumnya naik di awal pekan karena langkah Trump terkait Greenland, tetapi turun sekitar 2% pada Kamis setelah ia menunda ancaman tarif terhadap Eropa dan menegaskan tidak akan mengambil tindakan militer.
Trump mengatakan pada Kamis bahwa Denmark,
NATO
, dan AS telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan "akses total" ke Greenland.(reuters)
Sumber : admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ