Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin menjadi-jadi, dan ancaman inflasi yang kian menggerus pengeluaran sehari-hari, aset emas kembali menjadi primadona investasi.
Terlebih harga emas belakang ini terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan dalam pantauan detikcom di situs Logam Mulia Antam, harga logam mulia ini telah mengalami lonjakan sampai Rp 184.000 per gram dalam sepekan terakhir (19-25 Januari 2026).
Tak heran kini investasi emas tidak menjadi primadona orang dewasa dari kelompok milenial, namun juga memiliki daya tarik bagi kalangan muda Gen Z. Namun apakah pembelian emas ini dilakukan hanya karena FOMO alias hanya mengikuti tren, atau memang masyarakat kita sudah melek finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Harga Emas Diprediksi Makin Mahal, Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram |
Menurutnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat lima alasan utama mengapa aset emas menjadi incaran generasi milenial dan Z, diantaranya:
1. Nilainya cenderung naik dan tahan inflasi
2. Modal awal kecil, bisa mulai dari puluhan ribu
3. Gampang dicairkan
4. Cocok untuk tujuan jangka panjang
5. Banyak platform digital yang bikin menabung jadi lebih mudah dan praktis
Melihat alasan tersebut, kemungkinan banyaknya masyarakat yang semakin getol investasi emas karena memang aset ini dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Menunjukkan keterbukaan akan literasi keuangan.
"Yuk siapkan masa depan yang tenang dengan 1 gram pertama di hari ini" ajak OJK melalui unggahan di Instagram resminya (kontak157).
(kil/kil)Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ