- Rupiah melemah ke Rp16.780/USD pada Kamis pagi (29/1), turun 0,35% setelah The Fed memberi sinyal lebih hawkish meski menahan suku bunga.
- Pernyataan Jerome Powell memicu penguatan dolar AS, sementara pasar juga mewaspadai tekanan di pasar saham domestik.
- The Fed menahan suku bunga di 3,50-3,75% karena inflasi masih tinggi dan ekonomi AS dinilai tetap solid, sehingga pemangkasan lanjutan belum menjadi prioritas.
Ipotnews - Kurs rupiah diprediksi bergerak melemah usai bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal lebih hawkish pasca keputusan menahan suku bunga acuan.
Mengutip data Bloomberg pada Kamis pagi (29/1) pukul 09.13 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp16.780, melemah 58 poin atau 0,35% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.722 per dolar AS pada Rabu sore (28/1).
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa kurs rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah dalam FOMC , Powell memberikan pernyataan yang lebih hawkish dari harapan.
"Investor juga mengantisipasi dan mewaspadai ekuitas domestik yang dimana terjadi sell-off kemarin. Range hari ini diperkirakan berada pada Rp16.700 - Rp16.800 per dolar AS," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Bank sentral AS The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75%. Keputusan ini datang di tengah sorotan tajam terhadap independensi The Fed.
The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1) setelah menggelar pertemuan Federal Open Market Committee ( FOMC ) selama dua hari.
Seperti diketahui, The Fed pada 225 menahan suku bunga hingga Agustus 2025 di level 4,25-4,50% sebelum memangkasnya pada September, Oktober, dan Desember 2025 menjadi 3,50-3,75%.
Dalam keterangannya, The Fed mengatakan keputusan menahan suku bunga dilakukan karena tiga faktor utama. Di antaranya dampak pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu untuk dievaluasi, inflasi yang relatif tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda stabil dan solid.
Dengan latar ekonomi yang menguat namun tekanan harga belum sepenuhnya reda, The Fed memilih berhenti sejenak dan mengevaluasi efek dari tiga kali pemangkasan suku bunga sebelumnya.
"Indikator yang tersedia menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang solid. Pertambahan lapangan kerja tetap rendah, dan tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi," demikian pernyataan resmi the Fed dalam situs resminya.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ