Pertamina Ungkap Proses Olah Minyak hingga Jadi BBM

avatar
· Views 1,487
Pertamina Ungkap Proses Olah Minyak hingga Jadi BBM
Foto: Dok. Pertamina
Indramayu

PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan bahan bakar minyak (BBM) yang dipasok ke masyarakat sudah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Salah satunya research octane number (RON) yang juga sesuai standar. Superintendent Fuel RSD IT Balongan PT PPN, Firman Nugroho mengatakan seluruh produk BBM yang diproduksi oleh Pertamina telah melalui uji laboratorium sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Pengujian ini dilakukan dalam setiap prosedur pengolahan minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam setiap pergerakan minyak, arus minyak. Kami seperti biasa, melakukan uji lab. Jadi, sebelum kami terima transfer produk minyak dari kilang, kita lakukan uji lab. Bilamana hasilnya rilis, maka bisa kita salurkan," ujar Firman kala site visit Integrated Terminal PPN Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Firman menjelaskan proses pengujian laboratorium ini dilakukan mulai dari penerimaan hingga penyaluran minyak ke tiap unit mobil tangki BBM. Bahkan, pengujian ini dilakukan setiap hari selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

"Begitu juga setelah kami lakukan penerimaan, kami lakukan sampling kembali dan kami uji lab kembali. Begitu pun ketika penyaluran ke unit-unit mobil tangki, setiap harinya kami lakukan pengujian. Jadi, apa yang kami salurkan, kami harap bisa akan memang sesuai dengan spesifikasi- spesifikasi tersebut," terang Firman.

Baca juga: Kilang Balongan Suplai BBM Jakarta dan Sekitarnya, Produksi 150 Ribu Barel/Hari

Tester I CFR & Aviation Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan Zaaeturohmah Febriyanti menambahkan seluruh prosedur pengecekan tiap produk BBM wajib mengikuti uji laboratorium yang standarnya ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

"Semua produk dari kilang harus memenuhi standar. Laboratorium bertugas memastikan kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Dirjen Migas," katanya.

Selain itu, ada sekitar 20 lebih parameter yang digunakan dalam mengukur standar kelayakan BBM. Salah satu yang umum terdengar di telinga publik yaitu RON atau angka oktan.

"Kalau dari sini, kita ada viskositas, ada alat distilasi, ada stabilitas oksidasi. Jadi, tidak hanya melulu satu parameter saja, karena spesifikasinya ada banyak. Kita harus memastikan semua parameter itu juga on spec, jadi produknya bisa kita keluarkan untuk ke konsumen," tutur Febriyanti.

(ach/hns)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest