jpnn.com, JAKARTA - Dalam dua hari, 28 dan 29 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh tajam, bahkan sempat memicu penghentian perdagangan sementara.
Pada 28 Januari, indeks sempat turun sekitar 8 persen sebelum ditutup melemah 7,3 persen.
Hari ini, 29 Januari, penurunan intraday sempat menyentuh sekitar 10 persen dan kembali memicu penghentian perdagangan sementara.
- IHSG Anjlok ke Level 8 Persen, Purbaya Ungkap Kondisi Ekonomi Riil RI
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat membeberkan secara kumulatif, pasar disebut turun lebih dari 15 persen sejak MSCI (Morgan Stanley Capital International) merilis pernyataan yang mempersoalkan “investability” pasar Indonesia.
Menurut Nur Hidayat, pada titik ini, rumusan masalahnya harus jujur dan tajam.
“Apakah koreksi ini hanya reaksi emosional terhadap berita indeks, atau sinyal bahwa kepercayaan global pada tata kelola dan keterbukaan pasar modal kita sedang dinilai ulang?” ujar Nur Hidayat dikonfirmasi JPNN, Kamis (29/1).
- IHSG Dibuka Melemah, Waspada Tembus Level Psikologis 8.000
Nur Hidayat melanjutkan anjloknya IHSG merupakan faktor dari kedua hal itu.
“Karena yang terjadi bukan sekadar koreksi harga, melainkan koreksi persepsi,” kata dia.


Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ