Ekspor RI Sepanjang 2025 Naik 6,5%, Capai US$ 282,9 Miliar

avatar
· Views 623
Ekspor RI Sepanjang 2025 Naik 6,5%, Capai US$ 282,9 Miliar
Ekspor RI sepanjang 2025/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Desember 2025 nilai ekspor mencapai US$ 26,35 miliar. Angka tersebut naik 11,64% Jika dibandingkan dengan Desember 2024.

"Nilai ekspor Migas tercatat senilai US$ 1,26 miliar atau turun 18,14%. Sedangkan nilai ekspor non migas naik 13,72% dengan nilai US$ 25,09 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Peningkatan nilai ekspor Desember 2025 didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas yaitu pada beberapa komoditas non migas. Pertama peningkatan komoditas non migas yang cukup besar pada lemak dan minyak hewan nabati naik 43,53%. Lemak dan minyak hewan nabati ini juga memberikan andil terhadap peningkatan 4,87%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komoditas kedua nikel dan daripadanya yang naik cukup besar sekali yaitu 59,92%. Andilnya untuk nikel dan barang daripadanya 2,03% terhadap total peningkatan ekspor tersebut. Ketiga, mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya naik juga cukup tinggi yaitu 22,08% dengan andil 1,26%" jelasnya.

Sementara sepanjang Januari sampai Desember 2025 total nilai ekspor mencapai US$ 282,91 miliar atau naik 6,5% jika dibandingkan pada periode setahun yang lalu atau di 2024. Nilai ekspor Migas tercatat US$ 13,07 miliar atau turun 17,69%. Nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 7,66% dengan nilai US$ 269,84 miliar.

ADVERTISEMENT

"Jika dilihat menurut sektornya, peningkatan untuk nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan pertanian," katanya.

"Kemudian industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non migas sepanjang 2025 dengan andil terhadap peningkatan industri pengolahan tersebut yaitu 10,77%, cukup besar andilnya untuk industri pengolahan dalam mendongkrak ekspor di 2025," lanjut Ateng.

Ekspor di industri pengolahan yang naik cukup besar tersebut yaitu pada minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok sebesar US$ 64,82 miliar atau naik 7,11% dibandingkan dengan Januari-Desember 2024.

"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, maka pada Januari-Desember 2025 ekspor non migas ke AS, ke ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan. Sementara ke India mengalami penurunan," katanya.

(aid/fdl)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest