Greenback Perkasa Disokong Aliran Dana ke Aset Aman dan data Makro AS

avatar
· Views 1,390
  • Indeks DXY naik 0,44% didorong aksi safe-haven dan data manufaktur AS yang kembali ekspansif.
  • Sentimen kebijakan Fed menguat setelah pencalonan Kevin Warsh, meski ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga tetap bertahan.
  • Euro, pound, mata uang komoditas melemah, sementara dolar menguat terhadap yen di tengah dinamika politik Jepang.

Ipotnews - Dolar AS menguat secara luas terhadap mata uang utama, Senin, dipicu aksi jual tajam di pasar logam mulia yang mendorong investor mencari aset aman, serta berlanjutnya spekulasi terkait arah kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.
Greenback memperpanjang reli setelah data sektor manufaktur Amerika Serikat menunjukkan kembali ke fase ekspansi pada Januari. Namun, tarif impor yang diberlakukan AS turut mendorong kenaikan harga bahan baku dan menekan rantai pasok, demikian laporan  Reuters,  di New York, Senin (2/2) atau Selasa (3/2) pagi WIB.
Penguatan dolar juga relatif tidak terpengaruh oleh pernyataan Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika yang menyebutkan bahwa penutupan sebagian pemerintahan federal (government shutdown) akan menunda rilis laporan ketenagakerjaan Januari, yang semula dijadwalkan terbit Jumat ini.
"Pasar kembali bergerak tanpa gambaran yang jelas mengenai kondisi mendasar pasar tenaga kerja AS," ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar Corpay di Toronto.
"Penutupan ini kemungkinan berlangsung singkat sehingga dampaknya terhadap ekspektasi kebijakan moneter dan aktivitas perdagangan relatif terbatas. Namun, seiring investor semakin terbiasa dengan disfungsi pemerintahan AS, daya tarik dolar sebagai aset safe-haven mulai terkikis."
Mata uang berbasis komoditas menjadi yang paling tertekan di tengah awal pekan yang sarat agenda penting, mulai dari pertemuan bank sentral, rilis data ekonomi utama, hingga pemilu di Jepang.
Yen Jepang kembali menjadi perhatian setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyoroti manfaat pelemahan mata uang dalam pidato kampanye akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sikap Kementerian Keuangan Jepang yang selama ini berupaya menahan depresiasi yen.
Pencalonan Warsh Picu Reli
Dolar sebelumnya melonjak pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Chairman Federal Reserve berikutnya. Analis menilai Warsh cenderung tidak seagresif kandidat lain dalam mendorong pemangkasan suku bunga secara cepat, meski pandangannya dinilai lebih dovish dibanding Chairman Fed saat ini, Jerome Powell.
Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, menguat 0,44% ke level 97,64.
Perhitungan pasar masih mencerminkan ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga the Fed tahun ini, dengan peluang pelonggaran baru terlihat sekitar Juni, saat Warsh diperkirakan sudah menjabat jika dikonfirmasi Senat.
"Dolar AS menutup perdagangan dengan kuat dan indikator momentum masih membuka ruang untuk kenaikan lanjutan," kata Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex di New York.
Nilai tukar euro kembali menjauh dari level USD1,20 dan turun 0,53% ke USD1,1788. Poundsterling melemah 0,19% jadi USD1,3661. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pengumuman kebijakan pada Kamis.
Mata uang negara dengan ketergantungan tinggi pada komoditas dan sentimen risiko tetap berada di bawah tekanan.
Dolar Australia turun 0,22% menjadi USD0,6944 menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia pada Selasa, meski pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga. Dolar Selandia Baru melemah 0,35% ke posisi USD0,5997, sementara dolar Kanada merosot 0,5% ke 1,369 per dolar AS.
Versus yen, dolar AS menguat 0,57% ke level 155,64. Pelemahan yen terjadi di tengah ekspektasi kemenangan besar Partai Demokrat Liberal pimpinan Takaichi dalam pemilu majelis rendah mendatang.
Survei harian  Asahi  menunjukkan partai tersebut berpeluang melampaui mayoritas 233 kursi dari total 465 kursi parlemen.
Menjelang pemilu, investor menjual yen dan surat utang pemerintah Jepang dengan asumsi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif jika Takaichi memperoleh mandat kuat. Rencana pemotongan pajak yang diusung partainya juga dinilai berpotensi semakin membebani kondisi fiskal Jepang.
Meski demikian, pelemahan yen belakangan mulai menemukan titik dasar karena pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang. Isu pemeriksaan nilai tukar dari kedua negara pada akhir bulan lalu sempat memicu lonjakan tajam yen. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest