Bursa Pagi: Global Menguat, Asia Tancap Gas, IHSG Intip Peluang Balik Arah

avatar
· Views 695
  • Bursa Asia dibuka menguat, didorong reli Wall Street dan kabar kesepakatan dagang AS-India, termasuk pemangkasan tarif dan peralihan impor minyak India.
  • Indeks utama Asia melonjak, dengan ASX 200, Kospi, Kosdaq, dan Nikkei mencatat kenaikan tajam.
  • IHSG masih dibayangi tekanan jual meski berpeluang menguat terbatas, seiring sikap  wait and see  pasar dan optimisme selektif pada saham perbankan  big cap .

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (3/2), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dan India telah mencapai kesepakatan dagang dan akan segera mulai memangkas tarif atas sejumlah barang. Indian akan meningkatkan pembelian produk AS, menurut unggahan Trump di Truth Social, setelah percakapan telepon dengan Perdana Menteri India.
Trump menambahkan, India juga akan menghentikan pembelian minyak mentah Rusia dan beralih membeli lebih banyak dari AS, serta dari Venezuela.
Investor terus memantau pergerakan harga emas dan perak setelah volatilitas tajam baru-baru ini. Laman CNBC mencatat, harga emas spot terakhir melonjak sekitar 2,22% ke USD4.769,33 per ounce, sementara perak melompat sekitar 3,81% ke USD82,39.
Bank sentral Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya, menurut jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatakan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,3%. Indeks berlanjut melaju 1,27% (111,90 poin) ke 8.890,50.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meloncat 3,2%, sedangkan indeks Kosdaq melompat 2,32%. Kospi berlanjutt melesat 4,16% ke level 5.155,45.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berlanjut menanjak 2,54% (1.336,79 poin) ke posisi 53.991,97, setelah dibuka melompat 2,44%, dan Topix melonjak1,94%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng, Hongkong berada di level 26.953, di atas penutupan terakhir indeks acuannya di 26.775,57.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan dibayangi tekanan jual, namun tetap berpeluang berbalik menguat, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kejatuhan 4,88% ke level 7.922,73. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,42% ke USD17,41.
Beberapa analis memperkirakan pasar masih  wait and see  terhadap agenda BEI dan MSCI terkait reformasi transparansi pasar modal. IHSG masih rawan terkoreksi, namun terdapat peluang penguatan terbatas. Secara teknikal indeks telah berada di area  oversold  namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.
Analis IndoPremier berpendapat, optimisme pada saham-sahamperbankan  bigcap  menguat seiring langkah OJK/BEImengadakan  virtual meeting  dengan MSCI dan mengajukan beberapa opsi kebijakan untuk peningkatan transparansi dan likuiditas. Langkah ini sangat positif untuk mencegah  downgrade rating  Indonesia dari EM keFM, namun tidak semua saham akan terdampak sama.Saham-saham  bluechip  diperkirakan akan mendapat sentimen paling baik, sementara saham konglomerasi berpotensi mendapat tekanan lebih lanjut.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, dipimpin saham chip dan AI, saham  small cap  melonjak tajam. Tekanan mereda setelah Trump menyatakan Iran tengah "serius berbicara" dengan Washington. Indeks volatilitas CBOE VIX dan harga energi turun. Aktivitas manufaktur AS menunjukkan pertumbuhan kembali pada Januari.
Indeks energi S&P 500 menyusut 2% seiring anjloknya harga minyak dunia, mendorong kenaikan harga saham maskapai penerbangan. United Airlines, JetBlue, Delta Air Lines, dan Southwest melesat antara 4%-8%. Saham teknologi dan chip menguat, Alphabet dan Amazon melonjak 1,9% dan 1,5% jelang rilis laporan keuangan kuartalan pekan ini. Palantir meningkat 0,8%. SanDisk melambung 15,4%, AMD dan Micron Technology melesat 4% dan 5,5%. Walt Disney terjungkal 7,4%, meski laba di atas ekspektasi.
  • S&P 500 naik 0,54% (37,41 poin) menjadi 6.976,44.
  • Nasdaq Composite naik 0,56% (130,29 poin) ke 23.592,11.
  • Dow Jones Industrial Average melaju 1,05% (515,19 poin) ke 49.407,66.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, setelah dibuka melemah. Pasar berangsur pulih seiring meredanya aksi jual di pasar logam mulia. Sebagian besar subindeks berbalik menguat menjelang rilis laporan keuangan sejumlah emiten, pekan ini. Indeks STOXX 600 melaju 1,03% ke 617,31, mencetak rekor tertinggi baru dipimpin penguatan sektor keuangan (+2%) dan kesehatan (+1,3%).
Saham AstraZeneca melompat 3,2% Sektor sumber daya dasar sempat jatuh hingga 2%, namun ditutup mendaki 0,8%. Saham Pandora, Denmark melejit 9,2%. Subsektor kedirgantaraan dan pertahanan turun 0,4%. Bank BFF Italia terpenggal 45%. Capgemini, Prancis meloncat 2,4%.
  • DAX Jerman melaju 1,00% (246,11 poin) ke 24.784,92.
  • FTSE 100 Inggris menanjak 1,15% (118,02 poin) ke 10.341,56.
  • CAC Prancis meningkat 0,67% (54,64 poin) menjadi 8.181,17.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi ditutup menguat, didorong aksi jual logam mulia serta berlanjutnya spekulasi kebijakan The Fed. Pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed memicu spekulasi kebijakan moneter yang relatif lebih ketat. Data manufaktur AS kembali ke fase ekspansi menopang reli  greenback .
Dolar tidak terpengaruh oleh penundaan rilis laporan ketenagakerjaan Januari yang semual dijadwalkan Jumat pekan ini.Euro, poundsterling , dan mata uang komoditas melemah. Yen tertekan sentimen politik Jepang, meski pasar tetap waspada risiko intervensi mata uang. Indeks Dolar (DXY) naik 0,44% menjadi 97,64.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1797

0.00

0.03%

6:21 PM

Yen (USD-JPY)

155.52

0.11

0.07%

6:22 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3669

0.00

0.02%

6:22 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,798

12.00

0.07%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.9453

0.01

0.17%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 2/2/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari yadi ditutup anjlok lebih dari USD3 per barel dipicu sinyal meredanya ketegangan AS-Iran. Penguatan dolar AS turut menekan harga minyak di pasar global. Prakiraan cuaca AS yang lebih hangat juga menurunkan permintaan bahan bakar, terutama solar.
OPEC + dalam pertemuan Minggu sepakat mempertahankan tingkat produksi minyak mereka untuk Maret. Pada November lalu, kelompok tersebut juga membekukan rencana kenaikan output tambahan untuk periode Januari hingga Maret 2026, menyusul lemahnya konsumsi musiman.
  • Harga Brent berjangka drop USD3,02 (-4,4%) ke USD66,30 per barel.
  • Harga WTI berjangka ambles USD3,07 (-4,7%) ke USD62,14 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup dengan menurun tajam, sempat ronotk hingga 10% pada awal sesi, bersama kejatuhan harga perak. Harga logam mulia tertekan kenaikan margin CME dan sentimen pasca pencalonan Kevin Warsh. Penguatan dolar AS dan aksi keluar spekulan memperdalam tekanan harga logam mulia. Analis menilai volatilitas masih tinggi, namun belum ada sinyal penurunan jangka panjang.
Harga perak terjungkal 9,2% ke USD76,81 per ounce, sempat merosot hingga 15% di awal sesi, dan telah terpenggal sekitar 37% dari puncaknya pekan lalu. Harga platinum spot terperosok 3,3% ke USD2.091,38 per ounce, dan paladium anjlok 1,4% ke USD1.673,70.
  • Harga emas di pasar spot ambles 4,8% ke USD4.630,59 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS anjlok 1,9% ke USD4.652,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest