Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) optimis mampu menekan transaksi judi online (judol) sebesar 50% tahun ini. PPATK siap bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengejar target tersebut.
"Tahun ini kita target turun 50%. Karena kita kerja sama semakin kuat," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ivan mengatakan, salah satu instansi yang bekerja sama dengan PPATK adalah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemberantasan judol merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: PPATK Ungkap Kabar Terkini soal Duit Haram Nyaris Rp 1.000 T dari Emas Ilegal |
Ivan menilai pemberantasan judol bukan perkara mudah, mengingat banyaknya tantangan yang harus dihadapi. Dengan kemnajuan sistem yang ada PPATK memprediksi perputaran uang judol bisa mencapai Rp 1.100 triliun.
"(Pemberantasan) judi online tekanannya memang luar biasa besar. Jadi kemajuan fintech, kemajuan crypto dan segala macam itu potensi judi online itu akan naik terus sampai Rp 1.100 triliun. Itu prediksi kami dan itu nggak pernah salah," ujarnya.
"Tapi karena sinergitas dan soliditas antar lembaga kami, Komdigi dan segala macam sesuai dengan tusinya masing-masing, sesuai dengan arah Bapak Presiden, kita bisa menekan sampai hanya kurang dari Rp 300 triliun, jadi Rp 286 triliun," sambung Ivan.
Indonesia memang berhasil menekan transaksi judi online (judol) sebesar 20% pada tahun 2025. Perputaran dana judol tahun lalu mencapai Rp 286,84 triliun yang dilakukan dalam 422,1 juta kali transaksi.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar Rp 359,81 triliun. Ivan menilai hal ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia karena berhasil menekan transaksi judol untuk pertama kalinya.
"Itu naik terus dari 2017, 2018, 2019, 2020 terus naik dan kita tekan habis sampai Rp 286 triliun, itu menyelamatkan banyak sekali saudara-saudara kita di luar sana," tutupnya.
Simak juga Video PPATK Ungkap RI Mampu Tekan Transaksi Judol di 2025 Kurang dari Rp 300 T
[Gambas:Video 20detik]
Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ