Mentan Nilai Food Estate Merauke Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

avatar
· Views 423
Mentan Nilai Food Estate Merauke Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Foto: Kementan
Jakarta

Prabowo Dorong Food Estate Merauke guna Perkuat Swasembada Pangan

Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Merauke, Papua Selatan, ditegaskan pemerintah sebagai fondasi penting untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat pembangunan kawasan timur Indonesia. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka akses infrastruktur dasar dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan energi merupakan syarat utama bagi kesejahteraan rakyat dan kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan sehingga pangan bisa dinikmati seluruh rakyat kita. Swasembada pangan adalah syarat, itu pilar utama dari strategi yang saya jalankan sekarang," ujarnya dikutip, Rabu (4/2/2026).

Ia merespons sikap skeptis sejumlah pihak terhadap program pemerintah dan menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan agenda swasembada pangan meski mendapat kritik.

ADVERTISEMENT

"Saya ajak saudara, ayo sama-sama sebagai patriot bangsa. Tapi kalau kau tidak mau ikut saya, saya tetap jalan terus karena saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan proyek food estate Merauke tetap berjalan sebagai salah satu pilar utama strategi swasembada pangan nasional. Ia menilai pengembangan kawasan tersebut, khususnya di Distrik Wanam, akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur vital seperti jalan, pelabuhan, hingga bandara.

"Oh itu pasti. Itu jalan dibangun, kemudian infrastruktur pelabuhan, bahkan bandara," ucapnya.

Dari sisi sosial dan ekonomi, pemerintah juga menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang menjadi milik masyarakat lokal untuk dikelola secara mandiri. Selain itu, dibentuk Brigade Pangan yang seluruh anggotanya berasal dari masyarakat setempat guna menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

"Kami bentuk namanya Brigade Pangan. Brigade Pangan ini itu dari masyarakat setempat. Bayangkan saja kalau 300 alat, berarti itu ribuan orang," sambung Amran.

Diketahui, pembangunan food estate di Merauke bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung pengembangan bioenergi nasional. Program ini mencakup kegiatan cetak sawah, pengembangan tebu, dan optimalisasi lahan, serta melibatkan kolaborasi Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta Jhonlin Group.

Hingga kini, proyek food estate di Distrik Wanam menunjukkan perkembangan signifikan meski tetap menuai kritik terkait keterlibatan swasta. Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jhonlin Group Junaidi Tirtanata menegaskan pihaknya menjalankan penugasan negara dalam mendukung proyek strategis nasional.

"Kami menjalankan penugasan dari negara dalam mendukung tercapainya swasembada pangan yang permanen. Kita tidak berhitung untung rugi. Proyek ini tidak mudah, karena medan yang berat dan cuaca yang ekstrim. Jadi tidak betul kita mengajukan tagihan sampai Rp7 triliun kepada negara seperti diberitakan sebuah media," ungkap Junaidi.

Ia juga menepis anggapan bahwa Jhonlin Group mengatur penggunaan anggaran negara dalam proyek tersebut.

"Kita menyadari betul penggunaan APBN itu ada aturan mainnya. Kita dikesankan seolah-olah mengatur sana sini. Tidak mungkin itu. Sekali lagi kita akan tetap jalan menuntaskan proyek yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo ini," tambahnya.

Selain itu, Junaidi membantah isu yang menyebut wilayah Wanam akan dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Tidak ada itu. Sejauh yang saya ketahui Wanam akan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi, mencakup cetak sawah, tebu, dan optimalisasi lahan," pungkasnya.

Sebagai informasi, progres pembangunan proyek ini terus berjalan dengan infrastruktur jalan yang telah terbangun sepanjang 58,44 kilometer, dimana 11,53 kilometer di antaranya telah diperkeras. Sementara itu, total lahan yang berhasil dibuka mencapai 9.781 hektare dan pembangunan pelabuhan serta fasilitas pendukungnya kini memasuki tahap penyelesaian.



Video: Prabowo Geleng-geleng Kepala, Curhat Bolak-balik Mau Disogok

Video: Prabowo Geleng-geleng Kepala, Curhat Bolak-balik Mau Disogok


(ega/ega)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest