IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan aturan baru yang mengatur ketentuan batas kepemilikan saham publik alias free float 15 persen rampung pada Maret 2026.
"Target penyampaian peraturan itu adalah Maret 2026, tapi mohon doa dan dukungan mudah-mudahan kami bisa menerbitkan aturan itu bahkan lebih cepat dari apa yang kita rencanakan," ujar Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Rabu (4/2/2026).
Danantara Harap Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun Bisa Serap Kenaikan Free FloatHasan mengatakan, OJK dan SRO masih dalam tahap sosialisasi kepada seluruh emiten baik yang sudah melantai di Bursa maupun yang berencana melakukan IPO.
OJK juga membuka masukan dari perusahaan tercatat terkait batas minimal free float 15 persen, misalnya usulan ketentuan free float baru yang diberlakukan secara bertahap khusus untuk perusahaan yang sudah tercatat.
38 Emiten Belum Penuhi Aturan Free Float 7,5 Persen, Berikut Daftarnya"Ketentuan free float mulai berlaku sejak peraturan itu diterbitkan (Maret 2026). Tapi perlu dipahami, kenaikan free float ini erat kaitannya dengan hak para pemegang saham, jadi kemungkinan besar akan diawali dengan penetapan keputusan akan aksi korporasi terlebih dahulu," tambahnya.
Được in lại từ Idxchannel, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ