Pengumuman! SPBU Swasta Harus Beli Solar ke Pertamina Mulai April

avatar
· Views 1,180
Pengumuman! SPBU Swasta Harus Beli Solar ke Pertamina Mulai April
Ilustrasi solar.Foto: Grandyos Zafna
Jakarta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan mulai April 2026, seluruh solar SPBU akan dipenuhi dari produksi kilang minyak Pertamina. Artinya kebutuhan impor solar SPBU swasta hanya diperbolehkan hingga Maret 2026.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan produk solar yang dibeli di kilang dalam negeri dari Pertamina ini merupakan produk CN48.

"Rencanya April sudah harus menggunakan solar dalam negeri," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laode menyampaikan pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemilik badan usaha terkait kebijakan ini.

Ia juga meminta Pertamina untuk menyiapkan segala sesuatunya agar berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya pada pelaksanaannya tidak ada lagi gangguan pasokan di SPBU swasta.

ADVERTISEMENT

"Pada saat transisi ini, Pertamina harus menyediakan loading port yang memadai. Kemudian kargonya juga seperti apa dan dimatchingkan juga dengan beberapa volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha ini. Jadi pada bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi semua," terangnya.

Adapun rencana ini merupakan bagian dari rencana pemerintah Indonesia yang akan menyetop impor secara total tahun ini.

Sebelumnya, Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan langkah setop solar ini seiring berjalannya program mandatory biodiesel serta beroperasinya kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Total konsumsi kita sekarang untuk solar itu kurang lebih sekitar 38 sampai 39 juta kiloliter (KL) per tahun. Nah, dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter. Oleh karena kita surplus 1,4 juta kiloliter maka 2026 kita tidak lagi, saya ulangi, tidak lagi kita melakukan impor solar," terang Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Selain itu, untuk solar jenis C51, akan disetop mulai semester II-2026. Sekitar enam bulan pertama tahun ini, C51 masih akan diimpor.

"Tetapi kalau C51 sekarang kita lagi mendesain mesinnya, itu nanti di semester kedua baru tidak melakukan impor. Jadi semester satu tetap C51 tetap kita impor tapi volumenya tidak banyak," tutur Bahlil.

(hrp/hns)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest