Proyek 'sulap' batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) batal groundbreaking. Kenapa?
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan DME pengganti LPG masuk dalam daftar proyek hilirisasi. Namun, saat ini pemerintah masih melakukan kajian mendalam, terutama terkait teknologi yang akan digunakan.
Dony mengatakan Danantara tidak ingin hanya melakukan seremonial groundbreaking saja, namun dalam pelaksanaannya ke depan malah tak berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain proyek DME ini sempat mandek pengembangannya karena ditinggal investor asal Amerika Serikat, yaitu Air Product.
"Berkaitan dengan DME, betul tadi kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail, kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif. Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserapi oleh pasar," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: BUMN Wajib Beli Produk PAL & INKA demi Tekan Impor |
Dony memastikan proyek DME tetap berjalan dalam waktu dekat. Nantinya proyek ini akan dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
"InsyaAllah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," kata Dony.
(hrp/hns)Được in lại từ republika_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ