- USD melemah tipis; Fed diprediksi kuat akan menahan suku bunga sembari menanti data inflasi terbaru.
- Yen mencatat kinerja mingguan terbaik dalam setahun berkat sentimen positif kemenangan pemilu di Jepang.
- Pasar tenaga kerja AS yang solid berhasil mengimbangi data ritel yang lemah, menjaga stabilitas pasar global.
Ipotnews - Nilai tukar dolar AS melemah tipis terhadap sejumlah mata uang utama, Kamis, seiring pelaku pasar mencermati rangkaian data ekonomi terbaru untuk menilai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Di sisi lain, yen Jepang melanjutkan penguatan dan berpeluang mencatat kinerja mingguan terbaik dalam setahun terakhir.
Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan jumlah klaim awal tunjangan pengangguran turun lebih kecil dari perkiraan, memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil, demikian laporan Reuters, di New York, Kamis (12/2) atau Jumat (13/2) pagi WIB.
Data tersebut melengkapi indikator sebelumnya yang memperlihatkan penurunan tingkat pengangguran di tengah pertumbuhan lapangan kerja yang solid sepanjang Januari, meski penjualan ritel pada Desember tercatat lemah. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada Jumat.
Terhadap euro, dolar bergerak relatif stabil di posisi USD1,1862, sementara versus franc Swiss, greenback melemah 0,16% menjadi 0,77.
Senior Global Market Strategist State Street, Marvin Loh, mengatakan pasar masih mencari kejelasan terkait arah kebijakan the Fed dan kondisi ekonomi Amerika secara keseluruhan.
Menurutnya, data penjualan ritel yang lemah sempat memicu kekhawatiran, namun data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid. Hal ini membuat the Fed diperkirakan menahan suku bunga hingga memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait inflasi, dampak tarif, serta risiko perlambatan ekonomi.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 94% bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, sementara probabilitas pelonggaran kebijakan pada pertemuan Juni mendekati 50%, menurut FedWatch Tool CME Group.
Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama dunia, naik tipis 0,14% ke posisi 96,97 setelah sebelumnya melemah selama lima sesi berturut-turut.
Yen Ditopang Sentimen Politik
Yen naik 0,22% terhadap dolar ke kisaran 152,90 dan berada di jalur penguatan selama empat sesi beruntun. Jika tren ini berlanjut hingga akhir pekan, yen berpotensi mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2025.
Penguatan yen didorong optimisme pasar setelah kemenangan telak Partai Demokrat Liberal yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut dinilai memperkuat mandat pemerintah untuk mendorong investasi dan pemangkasan pajak guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan fiskal yang lebih ekspansif berpotensi mempersulit Bank of Japan untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga turut memengaruhi pergerakan mata uang Jepang.
Di kawasan lain, dolar Australia sempat diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga tahun setelah bank sentral menaikkan suku bunga dan membuka peluang kenaikan lanjutan guna menekan inflasi. Namun pada perdagangan terakhir, Aussie melemah 0,50% versus dolar jadi USD0,7088.
Sementara itu, yuan China menguat 0,16% terhadap dolar AS ke level 6,901, mencerminkan sentimen positif di pasar mata uang Asia. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ